15 Kursi Yakin Bakal Diraih Gerindra Kota Bogor di Pileg 2019

Sopian Ali Agam.

Herman
2018-05-16 20:03:55
455

BOGOR-Di tengah hiruk-pikuk perebutan kursi orang nomor 1 dan 2 di Kota Hujan, DPC Partai Gerindra Kota Bogor sebagai Partai pengusung pasangan calon nomor urut 2, Ru'yat-Zaenul (RZ) ternyata telah mengambil langkah strategis persiapan pemilihan legislagif (pileg) 2019 mendatang.

Ketua DPC Partai Gerindra Kota Bogor, Sopian Ali Agam, mengatakan, pihaknya menargetkan perolehan 15 kursi di parlemen pada pileg nanti. Target tersebut realistis lantaran diperoleh dari perhitungan tiga kursi di masing-masing daerah pemilihan (dapil) di Kota Bogor. 

"Adanya hasil survei yang dilakukan pada April tahun 2017 lalu, Gerindra Kota Bogor memiliki penilaian mencapai 21 persen. Sedangkan partai lain dibawah 10 persen. Karenanya kita optimis survei ini akan terus meningkat karena saat ini kita tengah mengupayakan melalui figur yang ada di masing masing wilayah," kata Sopian kepada Portaljabar.net, Rabu (16/5/2018).

Dikatakan Sopian lebih lanjut, sekarang ini pihaknya telah menyiapkan 40 calon untuk mengikuti Pileg 2019 mendatang yang secara keseluruhan merupakan figur-figur yang memikiki kapasitas dan dikenal bajk di masing masing wilayah.

"Ini sudah berjalan. Kita sudah siapkan calon di setiap wilayah. Mulai dari perangkat hingga figur yang memiliki kapasitas dan kapabilitas di maayarakat,” imbunya.

Untuk menjadi calon anggota legislatif dari Partai Gerindra, ditegaskan Sopian, harus memenuhi beberapa persyaratan yang diajukan bagi mereka, di antaranya mereka harus mau turun ke wilayah dan memenuhi target untuk merekrut atau membentuk kader sesuai jumlah TPS yang ada yang dilakukan secara bertahap hingga 100 persen.

"Kalau tidak memenuhi persyaratan dan target tentu akan kita coret. Itu berlaku untuk semua kader, baik yang baru maupun yang sekarang duduk sebagai anggota dewan," tegasnya.

Sopian memastikan, jika Partai Gerindra telah menyiapkan panggung untuk para calon. Karenanya ia meminta, agar para figur ini mulai bekerja sejak dini melalui program yang sudah digariskan partai sejak 2015 lalu, yakni Revolusi Putih dan Paradok.

"Kita harus sama-sama berjuang dan target penambahan KTA tahun ini 20 ribu." pungkas Sopian.

Diketahui, Partai Gerindra yang semula merupakan pengusung pasangan Bima-Usmar pada pilwalkot 2013-2018. Sementara pada pikada serentak 2018 ini, Gerindra bersama partai koalisinya yakni PKS dan PPP berbalik haluan melawan petahana Bima-Dedie (Badra) dengan mengusung pasangan Ru'yat-Zaenul (RZ). 

Ru'yat sendiri merupakan Calon Walikota yang pada periode sebelumnya (2013-2018) berhadapan dengan Bima-Usmar didampingi Aim Halim Hermana. (her).