Pedagang Dadakan Di Jalur Pantura Sepi Pembeli

KARAWANG- Momentum mudik Labaran tahun ini tidak lagi dirasakan oleh para pedagang dadakan yang sengaja membuka lapak di sepanjang pinggir pantura Katawang.

Para pedagang pada awalnya berharap banyak pemudik yang mampir ke warung. Tapi harapan itu tak terwujud.

Salah satu pedagang dadakan yang mengeluhkan kondisi tersebut adalah Iwan ( 28). Dia yang berjualan di SPBU Balonggandu mengakui, saat ini omzet dagangannya turun drastis dibanding tahun-tahun sebelumya.

"Mudik kali ini sepi, 2016 paling ramai, tahun 2017 menurun dan saat ini sangat menurun drastis," jelas Iwan saat ditemui di warungnya, Selasa (12/06/2018).

Hal ini dampak hadirnya tol fungsional yang sudah dibuka dari Brebes hingga Semarang, juga tol Cikopo Palimanan (Cipali) memang memberikan angin segar bagi para pemudik. Mereka lebih memilih jalur tersebut, ketimbang harus melewati jalur Pantura.

Menurut Iwan, sepinya pemudik yang melewati alteri hingga pantura disebabkan karena jalan tol tembus ke Semarang.

"Bisa dilihat di pantura sekarang sepi, ini seperti hari biasa, sampai sekarang saja jarang ada yang mampir," jelasnya.

Kios yang ia dirikan diantaranya menyediakan mie rebus dan aneka minuman seperti kopi dan es teh. Sedianya dia dan istri akan menyediakan banyak makanan namun mengingat kondisi dari H-7 hingga H-3 sepi, akhirnya niat tersebut diurungkan.

"Sebetulnya sudah siap menambah jualan lagi bagi pemudik tapi setelah dirasa sepi, akhirnya batal menambah jualan makanan lainnya," katanya.

Iwan  mengaku, pada 2016 saja ia bisa meraup omset Rp 2 juta setiap harinya saat arus mudik. Pada tahun berikutnya penghasilan turun jadi Rp 300 ribu per hari. "Kalau mudik saat ini, dari H-7 sampai sekarang saja belum sampai 200 ribu," katanya. (Nan)

 

Related article