Honor PPS Pelipat Surat Suara Diduga Dipotong Oleh PPK Banyusari

KARAWANG- Seperti sudah diketahui bahwa honor melipat surat suara Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar sebesar Rp125 per lembar. Namun nyatanya di Kecamatan Banyusari ada cerita berbeda.

Petugas Pemilihan Kecamatan (PPK) selaku kepanjangan tangan KPU Karawang yang juga mengkoordinir pelipatan surat suara ini disebutkan telah melakukan pemotongan honor. Sehingga honor yang diterima petugas pelipat surat suara yang merupakan anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) hanya sebesar Rp75.

Anggota PPK Banyusari, Sukanta, tidak membantah terkait pemotongan itu. Dirinya berdalih pemotongan honor dilakukan untuk membiayai operasional makan minum petugas pelipat surat suara.

"Iya sebagian dari honor itu dipakai buat membeli nasi goreng dan kopi petugas," ucapnya kepada Portaljabar.net, Minggu, (17/06/2018).

Menurut Sukanta, nominal honor yang diterima petugas PPS bukanlah Rp.75 per lembar namun hanya Rp.100 per lembar.

"Adapun yang Rp.25 per lembar itu dipakai beli nasi goreng dan kopi petugas plus untuk membayar pajak," ujarnya.

Sukanta menyebutkan jika pajak yang harus dibayar oleh PPK sebesar 6 persen dari Rp125. Selain itu menurutnya, pemotongan terpaksa dilakukan karena angggaran dari KPU Karawang belum bisa dicairkan semua.

KPU Karawang melalui Komisioner Bidang Logistik, Asep Sugiarto menegaskan tidak ada alasan pemotongan honor pelipat surat suara untuk menutupi biaya operasional makan dan minum.

"Biaya operasional (pelipatan surat suara) sudah disediakan," ucap Asep.

Selain itu honor yang harus diterima petugas adalah Rp.125 per lembar dipotong pajak tidak boleh dikurangi lagi oleh dalih lainnya. "Kita sampaikan Rp.125 per lembar potong pajak," ujarnya.

Namun Asep tetap mengedepankan informasi pemotongan honor ini dengan asas praduga tak bersalah. "Kita akan kita klarifikasi dulu," tutupnya. (Uya)

Tags:

Berita Terkait

Related News