Cerita Iwan Bule Pj Gubernur Jabar, Belajar Disiplin Dari Sosok Sang Ayah

BANDUNG- Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak termasuk di Jawa Barat telah usai dan kini saatnya masyarakat menunggu hasilnya.

Beberapa Provinsi / daerah untuk posisi sementara kepemimpinan daerah diambil alih langsung oleh pejabat sementara untuk menunggu dilantiknya pemimpin daerah yang baru. Salah satu diantaranya yaitu daerah Jawa Barat, yang dijabat sementara oleh H. Mochammad Iriawan (Iwan Bule).

Ada banyak kisah tentang dirinya. Penjabat Gubernur Jawa Barat H. Mochammad Iriawan kerap kali berbagi pengalaman hidupnya kepada masyarakat saat kunjungan kerja. Pria 56 tahun ini sejak kecil hidup di rumah dan lingkungan yang keras serta taat beribadah.

Di usia 4 bulan Iwan Bule putra pertama pasangan (Alm) Mochammad Saleh dan Laila Solihaty ini sudah tinggal di Kota Bandung tepatnya di Jalan Siliwangi. Iriawan menceritakan, saat itu bila dirinya lalai menunaikan shalat subuh, ayahnya sering memukulnya dengan sebatang hoe atau rotan.

"Kalau susah dibangunin untuk shalat subuh saya suka dipukul sama ayah saya pakai hoe," ucap pria keturunan Sukabumi dan Kuningan ini.

Ayah Iriawan yang juga seorang polisi, memang mengajarkannya untuk hidup disiplin terutama dalam menunaikan shalat lima waktu. Bahkan saat itu dirinya juga kerap disiram air bila ia tidak juga mengerjakan shalat.

Siraman air di waktu subuh tersebut membuatnya cukup kedinginan ditambah dinginnya udara Kota Bandung pada sekitar tahun 1970-an itu.

"Pernah juga disiram air, pan tiris pisan kapungkur di jalan Siliwangi teh. Terus kalau tidak ke masjid pas maghrib itu dipukul juga, jadi kehidupan kami waktu itu cukup ketat dan disiplin," cerita Iwan Bule.

Banyak pelajaran berharga yang bisa diambil dari Iwan Bule akan pentingnya menjalankan kewajiban sebagai seorang muslim. Di sela kesibukannya memimpin roda pemerintahan di Jawa Barat, Iriawan selalu mengingatkan staf maupun pengawalnya untuk shalat berjamaah bersamanya.

Figure seorang ayah selalu dikenangnya. Tak lupa Ia pun selalu menyempatkan mendoakan ayahnya yang dimakamkan di TPU Sirnaraga jalan Pajajaran sesaat sebelum memulai aktivitas padatnya. Kini, Iriawan tengah fokus dengan tugas yang diamanatkan negara kepadanya.

Ia menegaskan, selama memimpin Jabar kurang lebih 3 bulan kedepan akan mengawal suksesnya penyelenggaraan Pilkada hingga akhir. Selain mengefektifkan roda pemerintahan Jabar pasca berakhirnya masa jabatan Gubernur Ahmad Heryawan, Iriawan juga tengah sibuk mempersiapkan venue pertandingan Asian Games 2018 yang berlokasi di Jabar serta menyiapkan pelantikan untuk Gubernur definitif.

"Ya itu tugas utama saya yang diamanatkan negara. Saya akan melanjutkan program dari Gubernur sebelumnya, Kang Aher.

Selain juga mengawal dan mempercepat proyek strategis nasional seperti pelabuhan Patimban, Bandara Kertajati, Tol Bocimi, Cisumdawu dan proyek infrastruktur lainnya. (frz)

Related Articles