BBM Naik (Lagi), Wakil Ketua Komisi VII DPR RI: Kehidupan Masyarakat Semakin Berat

CIREBON - Anggota Komisi VII DPR RI menilai dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi yang dilakukan pemerintah saat menurunnya kondisi daya beli semakin memberatkan kehidupan masyarakat.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Energi Riset dan Teknologi, Lingkungan Hidup, Herman Khaeron mengatakan jika melihat kondisi daya beli masyarakat saat ini, tentu kenaikan BBM saat ini akan memberatkan kehidupannya.

“Dari awal kami menyangsikan tekad pemerintah untuk tidak menaikkan semua jenis BBM dalam tahun ini, meski kami telah bersepakat untuk tidak ada kenaikan harga BBM pada tahun ini,” kata Herman dalam pesan singkatnya, Senin (2/7/2018).

Politisi asal daerah pemilihan (dapil) Cirebon dan Indramayu, tersebut menjelaskan situasi kenaikan ICP yang mencapai harga dibatas 70 USD/barel tentu tidak dapat ditahan. “Karena jika itu menjadi tanggung jawab pemerintah maka berkonsekuensi untuk menaikan subsidi,” kata Kang Hero sapaan akrabnya.

Pada sisi lain, lanjut Kang Hero jika dibebankan kepada Pertamina, maka keuangannya akan jebol dan sulit untuk melakukan investasi atau pengembangan. “Pemerintah sebaiknya lebih transparan dan terbuka kepada publik terkait situasi ini, dan merevisi APBN agar lebih rasional dengan situasi saat ini,” ujarnya

Apalagi, jelas Kang Hero, nilai tukar rupiah terhadap dollar terus melemah, bahkan mencapai dikisaran Rp 14.400/ USD. “Asumsi ICP di APBN 2018 sebesar 48 USD/barel, dan nilai tukar rupiah Rp13.400/ USD,” pungkasnya. (Jhn)

Berita Terkait

Related News