Kholili, Pria Yang Memutilasi Istri Didakwa 14 Tahun Penjara

KARAWANG- Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut 14 tahun 6 bulan penjara, terhadap Muhammad Kholili, terdakwa kasus pembunuhan mutilasi istrinya sendiri di Telukjambe, Karawang.

"Dijerat pasal 44 ayat 3 KUHP tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga," kata Febby Febrian, JPU Kejaksaan Negeri Karawang, usai sidang di Pengadilan Negeri, Selasa (10/7/2018).

Febby menjelaskan, Kholili tidak masuk kategori kasus pembunuhan berencana kendati perbuatannya sangat sadis. "Tuntutan kepada terdakwa merupakan dakwaan kombinasi alternatif," ucap Febby.

Febby memaparkan, persitiwa pembunuhan berawal dari cekcok mulut, korban terlebih dahulu mencekik leher terdakwa, terdakwa lalu memukul korban hingga jatuh sampai meninggal.

Hal lain yang meringankan tuntutan terdakwa lantaran pria itu menyesali dan mengakui perbuatannya. Hal yang memberatkannya adalah memutilasi istrinya dalam kondisi korban sudah meninggal dunia usai dipukul.

"Yang paling memberatkan lainnya terdakwa secara sadis dan mengakibatkan penderitaan mendalam dan berkepanjangan bagi keluarga korban akibat perbuatannya," ujarnya.

Kholili didakwa melakukan kekerasan kepada istrinya, Siti Saidah alias Nindy di rumah kontrakan mereka di Dusun Sukamulya, Telukjambe Timur, Karawang (4/12/2017). Tak hanya itu, Kholili memutilasi dan membuang potongan tubuh korban secara terpisah di Loji dan Ciranggon, Majalaya serta membakarnya. 

Kasus terungkap setelah potongan jasad korban ditemukan warga dalam kondisi hangus di Ciranggon, Kecamatan Majalaya, Karawang. Kholili kemudian ditangkap saat hendak beralibi melapor Polisi karena mengaku kehilangan istrinya. (Tar)

Related Articles