Aliansi Jurnalis Indonesia Kota Bandung Wajibkan Anggotanya Mundur Dari Organisasi Jika Ikutan Nyaleg

BANDUNG- Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Kota Bandung, mewajibkan anggotanya untuk mundur jika berniat menjadi Calon Anggota Legislatif (Caleg).

"Di internal AJI sendiri kami memiliki aturan yang tegas terkait hal ini. Organisasi tidak membatasi individu untuk berpolitik melalui jalur parpol (Caleg) atau senat (DPD). Namun memang harus mengundurkan diri dari organisasi AJI dan disarankan melepas profesi jurnalis," ucap Ketua AJI Kota Bandung, Ari Syahril Ramadhan, kepada Portaljabar.net, Rabu, (11/07/2018).

Ari memandang keinginan mencalonkan menjadi Caleg dan pejabat publik lainnya merupakan hak politik setiap warga negara termasuk jurnalis.

"Namun, baiknya melepas profesi jurnalis ketika terjun ke dunia politik seperti menjadi pengurus partai politik atau mencalonkan diri menjadi kepala daerah atau anggota dewan," ujarnya.

Jika anggotanya yang berpolitik mundur sebagai anggota AJI maka segala tindakannya yang terkait kode etik jurnalistik menjadi tanggung jawabnya secara pribadi.

"Kalau setelah keluar dari organisasi tentu kami tidak bisa melakukan kontrol terhadap etik yang bersangkutan," ujarnya.

Adapun jika seorang jurnalis memaksakan terus menjalankan profesi berbarengan dengan statusnya sebagai Caleg dan calon pejabat publik yang lain maka perlu peran perusahaan pers tempatnya bernaung untuk mengkontrol etika profesi.

"Saya kira perlu ada peran dari perusahaan media juga, karena kontrolnya dari sana. (Uya)

Tags:

Berita Terkait

Related News