Harga Telur Di Warung Tembus Rp32 Ribu Perkilogram

BOGOR - Meski musim lebaran sudah lama berlalu, namun harga sejumlah komoditas di pasar tradisional Kota Bogor mengalami kenaikan. Seperti yang terpantau di Pasar Induk Jambu Dua, Tanah Sareal Kota Bogor, harga telur ayam menembus harga Rp30 ribu per kilogramnya.

Kondisi ini dikeluhakan Suniah (36) seorang pedagang masakan olahan di kawasan Pandu Raya Bogor. Menurutnya, harga telur yang semula Rp22 ribu per naik menjadi Rp30 ribu per kilogramnya.

"Ya berat juga lah mas, naiknya sampai Rp.8 ribu, sedangkan kebutuhan saya antara 3 sampai 5 kilo," ujarnya kepada portaljabar.net, Sabtu (14/7/2018).

Ia mengaku sulit menaikan harga masakan olahannya kepada pelanggan. Pelanggan yang datang di warung miliknya mayoritas para pekerja serabutan, buruh bangunan dan sesekali pekerja pabrik dan sales.

"Sementara ini sy belum bisa menaikan harga karena kasihan sama pelanggan saya. Hanya mungkin keuntungan yang saya dapat agak berkurang," katanya.

Situasi ini juga dialami Lia Lestari (28) warga Gg. Karet Kota Bogor. Jika sebelumnya ia menyediakan 1 kilogram telur ayam untuk stok kebutuhan rumah dalam beberapa hari, sekarang ini terpaksa harus mengurangi hingga separuhnya.

"Sementara dikurangi dulu stoknya. Sebab sekilo saja saya beli di warung sekarang Rp.32 ribu," ucap Lia.

Sejauh ini, diakuinya telur ayam menjadi satu kebutuhan yang harus selalu ada. Terutama untuk memenuhi kebutuhan saat pagi hari ketika harus menyediakan hidangan sarapan bagi anak dan suaminya yang akan memulai aktifitas sekolah dan bekerja.

"Seringnya kan untuk sarapan pagi anak dan suami saat mau sekolah dan kerja. Jadi ya penting juga," imbuh Lia.

Selain harga telur ayam, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas ayam potong. Semula di pasar tradiaional Kota Bogor dijual seharga Rp38 ribu, naik sebesar Rp4 ribu menjadi Rp42 ribu per kilogramnya.

Warga berharap, pemerintah bisa melakukan upaya untuk normalisasi harga-harga kebutuhan pokok. Sehingga warga tidak harus merasa tercekik dengan kebutuhan tersebut. Belum lagi jika mereka dihadapkan dengan kebutuhan lainnya seperti biaya pendidikan anak, biaya kesehatan serta biaya biaya tak terduga lainnya. (Her)
 

Related Articles