Sering Meresahkan, Dua Orang Anak Punk Diamankan Polres Cirebon

CIREBON - Polres Cirebon terus melakukan penertiban dan operasi penyakit masyarakat (Pekat), salah satunya dengan sasaran anak gelandangan, premanisme, dan anak punk di setiap titik lampu merah.

Seperti yang dilakukan petugas kepolisian Polsek Weru, dengan dipimpin Kapolsek Weru Kompol Rusdy Hayat, jajaranya melakukan operasi pekat di malam hari, dengan sasaran oknum masyarakat yang menganggu pengguna jalan atau masyarakat lokal.

Operasi yang digelar dengan memakan waktu dua jam itu, petugas berhasil mengamankan dua orang pengamen yang diduga memaksa pada pengguna jalanan umum.

Kapolres Cirebon, AKBP Suhermanto melalui Kapolsek Weru Kompol Rusdy Hayat, mengatakan penertiban terhadap preman, anak gelandangan dan punk itu, menurutnya sesuai perintah atasan untuk memberikan kenyamanan pada masyarakat lokal dan pengguna jalan yang melalui jalur pantai utara (Pantura) Kabupaten Cirebon.

"Operasi ini kita sesuai perintah atasan, agar untuk melakukan penertiban oknum masyarakat yang mengganggu ketertiban masyarakat, diwilayah hukum Polres Cirebon Kabupaten," katanya, Rabu (18/07/2018).

Masih dikatakan Kompol Rusdy, dengan mengerahkan personil 31 anggota pihaknya menyisir sejumlah tempat rawan tindakan kriminalitas dan titik lampu merah, yang disinyalir berkumpulnya pemuda punk yang sering meminta secara paksa terhadap sejumlah pengendara yang berhenti di lampu merah. "Kita sisir tempat yang biasa dijadikan berkumpulnya anak punk, dan preman jalanan," katanya.

Sedikitnya dua orang oknum pemuda punk diamankan oleh petugas, dan dibawa ke Polsek untuk dilakukan pembinaan dan pendataan. "Dua orang itu menandatangani surat pernyataan agar tidak melakukan pemaksaan terhadap pengguna jalan saat berhenti di lampu merah," katanya.

Selain itu dikatakan Kapolsek Weru, operasi tersebut juga guna mengantisipasi tindakan kejahatan Curas, Curat dan Curanmor (C3) di wilayah Hukum polsek Weru. (abr)

Related Articles