Harga Jengkol Meroket Di Purwakarta, Pengusaha Liwet Online Ngeluh

PURWAKARTA-Tingginya harga jengkol di sejumlah pasar tradisonal yang ada di Purwakarta yang sudah tembus di kisaran angka Rp60 ribu dari Rp25 ribu perkilo, membuat galau para pelaku usaha kuliner.

Dengan kondisi harga jengkol yang tak terkendali tersebut, salah seorang pelaku usaha kuliner warga, Kelurahan Nagri Kaler Purwakarta, Hamzah Fauzi, menuturkan, jengkol menjadi salah satu menu utama dalam bisnis makanannya. Selama ini, dia berbelanja kebutuhan jengkol ke Pasar Leuwi Panjang.

Namun, sejak sebulan terakhir ini jenis sayuran yang menjadi salah satu bahan makanan yang dia beli ini harganya merangkak naik. Bahkan, kenaikannya cukup signifikan.

"Harga jengkol saat ini, melebihi harga daging ayam. Saat ini, per kilogramnya Rp 60 ribu. Kalau beberala pekan lalu sih masih di kisaran Rp 25 ribu," ujar pria yang menggagas usaha liwet online sejak dua tahun lalu itu, Rabu (1/8/2018).

Selain mahal, lanjut dia, barangnya pun mulai langka. Bahkan, banyak pedagang yang selama ini menjadi langganannya sudah tak lagi berjualan jengkol.

"Yang dagangnya juga sudah sulit dijumpai. Ada satu dua pedagang yang masih bertahan," jelas dia.

Dia menjelaskan, setiap hari dia membeli jengkol untuk kebutuhan usaha kulinernya itu sekitar 5 kilogram. Saat ini, dia hanya bisa membeli dua kilogram saja.

"Kenaikan ini telah berlangsung sesaat setelah lebaran. Sampai saat ini, harganya tak kunjung turun. Justru malah nambah naik saja," ucapnya.

Sementara untuk penyebab naiknya harga jengkol tersebut, sambungnya, dia pun sempat bertanya-tanya kepada para pedagang jengkol di pasar tradisional itu terkait mahal dan langkanya harga komoditas ini. Menurut dia, para pedagang juga tak tahu persis apa yang menjadi penyebab mahalnya harga jengkol ini.

"Menurut pedagang, selama ini jengkol yang mereka jual itu kiriman dari Lampung. Tapi, saat ini katanya barangnya terbatas," tambah dia.

Dalam hal ini, Hamzah berharap pemerintah segera turun tangan mencari penyebab kenapa jengkol bisa mahal. Karena komoditi ini menjadi bagian dari kebutuhan masyarakat dan kehidupan bagi para pedagang lokal di pasar-pasar rakyat. (Rhu)

Related Articles