KPU Karawang : Syarat Bacaleg Mantan Napi Bukan Konferensi Pers, Tapi Pengumuman Berjenis Iklan

KARAWANG- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karawang, melalui Komisionernya, Adam Bachtiar menjelaskan kepada Portaljabar.net mengenai syarat Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) mantan narapidana seperti Bacaleg Partai Gerindra, Ajang Supandi agar bisa diloloskan sebagai peserta Pemilihan Legislatif (Pileg). 

“Berdasarkan Peraturan KPU Nomor 20 Tahun 2018 Pasal 8 ayat 7 huruf a, b, dan c dan d dijelaskan syarat yang diminta regulasi untuk Bacaleg berstatus mantan narapidana,” ucap Adam kepada Portaljabar.net, Kamis, (02/08/2018).

Adam menjelaskan bahwa syarat yang diminta oleh regulasi bukanlah melakukan konferensi pers (konpers) dan diberitakan oleh berbagai media, namun yang dimaksud adalah berupa pengumuman sejenis advertorial di  media massa lokal dan nasional.

“Berdasarkan Pasal 8 ayat 7 huruf d berupa bukti pernyataan atau pengumuman pernah dipidana dalam suatu kasus yang ditayangkan di media massa lokal atau nasional,” ujarnya.

Selain itu harus pula dilampirkan surat resmi dari pemimpin redaksi media massa tempat Bacaleg mantan napi memasang pengumuman mengenai kasus yang pernah menimpanya.

“Di Pasal 8 ayat 7  huruf c diharuskan dilampiri surat dari pemimpin redaksi media massa lokal atau nasional yang menerangkan bahwa bakal calon telah secara terbuka dan jujur mengemukakan kepada publik sebagai mantan terpidana," ucapnya.

Adam menerangkan seluruh berkas perbaikan dari para Bacaleg sudah ditutup sehingga KPU tidak dapat lagi menerima berkas perbaikan susulan.

“Sudah ditutup tanggal 31 Juli 2018 untuk perbaikan berkas,” ucapnya. (Uya)

Related Articles