Sepekan Jelang Haul, Puluhan Ribu Peziarah Sudah Berdatangan Ke Makam Mama Sempur

PURWAKARTA - Sepekan menjelang peringaatan wafat atau haul KH.Tubagus Ahmad Bakri atau lebih dikenal Mama Sempur ke 43 yang jatuh pada 27 Dzulqaidah, lokasi Makam Mama Sempur yang berlokasi di Desa Sempur, Kecamatan Plered, Purwakarta, menjadi lautan manuasia.

Hilir mudik puluhan ribu orang atau peziarah datang dari setiap pelosok ke makam salah satu ulama besar yang lokasinya persis di samping lingkungan Pondok Pesantren Assalafiah Kraton, Desa Sempur, Kecamatan Plered, kabupaten Purwakarta tersebut.

Cicit dari Mama Sempur, Muhamad Haqie Annazili, mengatakan, Para peziarah yang datang ke makam ulama besar ini bukan hanya dari dalam daerah saja, melainkan hampir dari penjuru daerah Jawa Barat.

"Bahkan dari luar Jawa seperti dari Banten, Jakarta dan luar Jawa seperti Makassar pun ada yang hadir kesini,” ungkap pemuda yang akrab disapa Cep Haqie tersebut, Sabtu (04/8/2018).

Menurutnya, kondisi yang terjadi pada haul yang saat ini tengah berlangsung  merupakan sebuah hajatan besar bagi warga muslim Purwakarta, khusunya warga masyarakat Plered.

Peziarah yang rela berdatangan dari berbagai pelosok membuktikan KH Tubagus Ahmad Bakri atau Mama Sempur ini adalah ulama besar yang namanya dikenal di berbagai penjuru daerah luar Purwakarta.

"Situasi yang sudah menjadi tradisi rutin yang dilaksanakan setiap tahun, ditambah lagi haul tahun ini dan tahun yang akan datang di tambah haul pangersa KH. Rd Dadih Chaidir Malkan atau Mama Dadih yang ke 4 dan juga pangersa Kh.Tb. Muhammad Dudus salah satu putra mama sempur yang ke 1," jelasnya.

Selain itu, lanjut dia, Haul Mama Sempur tahun ini dirasa jauh lebih berkah dibanding tahun sebelumnya, hak itu terbukti dengan bertambahnya jumlah peziarah dan pedagang yang sengaja dari jauh membuka lapak dengan harapan mendapat berkah dari Haul Mama Sempur tersebut.

“Walau pun haulan digelar satu hari, namun para berziarah selama dua hingga tiga minggu mulai ramai. Mau sampai kapan setiap digelar haulan ini, warga setempat kebingungan untuk memfasilitasi para peziarah yang datang khusunya menyediakan lahan parkir dan toilet," paparnya.

Ditempat yang sama, salah satu pedagang pakaian asal Kota Padang, Ardi (40) mengatakan, dari jauh dirinya sengaja datang dan berjualan di acara haulan tersebut guna mendapat berkah yang melimpah.

“Memang ketika kami berjualan disini tidak begitu menguntungkan laba, akan tetapi jika kami dagang diluar setelah beres acara haulan mama sempur ini, Alhamdulillah untung yang didapat dari hasil jualan kami selalu penuh berkah, ini barokah dari waliyulloh kita, Ujarnya. (Rhu)

Related Articles