Ikuti Perkembangan Zaman, SMAN 1 Tegalwaru Buat Aplikasi Khusus Sekolah Via Play Store

KARAWANG- Dengan perkembangan teknologi yang kian maju, pendidikan sekolah pun diminta untuk mengimbangi kemajuan zaman.

Berbagai upaya pun dilakukan oleh para pendidik di Karawang untuk memadukan sistem pendidikan dengan teknologi.

Seperti yang dilakukan di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Tegalwaru, yang membuat aplikasi pintar dengan tujuan meningkatkan pengawasan pendidikan siswa bersama guru dan orang tua murid.

Aplikasi pintar dengan nama SMAN 1 Tegalwaru yang bisa diunduh di google play store. Dalam aplikasi itu, memiliki laman untuk orang tua, guru dan siswa.

"Aplikasi ini memudahkan peningkatan pendidikan secara digital," kata Wakasek SMAN 1 Tegalwaru, Taryono Sutisna kepada Portaljabar.net Jumat (03/08/2018).

Taryono menjelaskan orang tua bisa memilih laman orang tua, mereka tinggal menggunakan pasword yang merupakan nomor induk siswa.

"Setelah itu para orang tua akan mengetahui uang iuran, nilai anaknya, absensi, penilaian catatan dari guru, termasuk perilaku anaknya, serta informasi terkini mengenai sekolah," katanya.

Lanjut Taryono, sementara untuk halaman murid, lanjutnya, ada beberapa menu seperti jadwal pelajaran, ujian kenaikan kelas, dan buku pelajaran yang bisa di update melalui google atau wikipedia langsung. 

"Tugas-tugas pun sudah kita masukan dalam aplikasi," katanya.

Kemudian ada juga laman guru. Guru nantinya akan berinteraksi mengenai honor mereka, kurikulum dan lain-lain.

Dalam aplikasi itu juga, sekolah menyediakan fitur chat berbasis grup yang tergabung dari seluruh siswa, guru dan orang tua. "Pengawasan juga bisa dilakukan melakukan grup chating," katanya.

Sekolah pun memberikan kebebasan anak untuk membawa handphone . "Karena bagi anak yang tidak memiliki PC atau Laptop bisa belajar menggunakan handphone," katanya.

Tujuan terpenting dalam aplikasi pintar SMAN 1 Negeri Tegalwaru. "Yakni mengajak anak untuk berkreatifitas secara positif untuk mengembangkan teknologi," katanya.

Aplikasi ini dibuat langsung oleh tim guru setempat. Untuk mempermudah akses pembelajaran yang menghubungkan siswa dan orang tua.

"Tetapi jujur saja, masih banyak pengembangan. Kita ingin pembelajaran di kelas ini tidak menggunakan kertas secara menyeluruh atau papan board. Tetapi menggunakan teknologi. Kita bisa membuatnya, hanya saja tidak anggaran. Kami harap , pemerintah bisa membantu mengembangkan sistem pembelajaran berbasis teknologi di SMA ini," pungkasnya. (Uya)

Related Articles