Wali Murid SDN Karangpawitan 1 Keberatan Ada Pungli, Wali Kelas Lepas Tanggung Jawab

KARAWANG- Maraknya oknum Kepala Sekolah dan Guru yang ditangkap oleh Tim Sapu Bersih (Saber) Pungutan Liar (Pungli) rupanya tidak membuat jera yang lainnya.

Seperti dituturkan oleh salah seorang orang tua siswa kelas VI C SDN Karangpawitan I yang menolak namanya disebutkan, terjadi tindak pungli yang dilakukan perkumpulan orang tua siswa yang disetujui oleh Wali Kelas VI C, Hajah Mumu.

Orang tua siswa tersebut memberikan broadcast via Whatsapp kepada Portaljabar.net, mengenai kronologis tindakan pungli oleh perkumpulan orang tua siswa yang diamini oleh Mumu.

“Berdasarkan rapat perkumpulan orang tua pada tanggal 21 Juli 2018 jam 10.00 di masjid dekat SDN Karangpawitan I dibahasa beberapa hal yaitu Pertama Pengurus Korlas (Koordinator Kelas) baru Tahun  Ajaran 2018/2019 dengan ditunjuk sebagai Ketua Mamah Naufal Athaya dibantu Mamah M. Iqbal. Kedua Uang Kas Orang Tua setelah Konsultasi dengan wali kelas (Mumu)dan informasi tahun sebelumnya disepakati  sebesar Rp. 50.000/bulan. Adapun Pembayarannya dari Bulan  Juli 2018,” ucapnya kepada Portaljabar.net.

Selanjutnya ada uang kas yang harus dibayar orang tua siswa sebesar Rp.1000 per anak per hari yang harus dibayar dimulai dari tanggal 16 juli 2018.  “Untuk pengumpulan uangnya dikoordinir dan disimpan oleh bendahara masing-masing  kelompok yang dipilih oleh anak-anak dengan bimbingan Ibu Wali kelas Mumu,” ujarnya.

Selain itu disepakati dana untuk menjenguk anak yang sakit lebih dari 3 hari (tidak dirawat) SebesarRp. 70.000,-yang diambil dari uang kas orang Tua dalam bentuk Makanan. Ada pula dana untuk menjenguk anak sakit yang dirawat di rumah sakit sebesar Rp. 100.000, diambil dari kas orang tua dalam bentuk makanan. Dana untuk menjenguk anak sakit ini dpungut sekali dalam setahun.

Sementara itu Mumu selaku wali kelas memilih untuk menghindar dan menyudutkan seluruh permasalahan pungli ini kepada perkumpulan orang tua siswa. "Untuk masalah yang anda sampaikan silahkan tanya pada orang yang memberikan sumber itu atau kepada orang tua yang ikut rapat disitu,” ucap Mumu.

Mumu juga mengklaim tidak ikut campur dalam permasalahan pungutan tersebut karena dirinya bertugas untuk mengajar bukan untuk memungut biaya. “Saya tidak ikut campur dalam permasalahan  perkumpulan ortu siswa. Tugas saya mengajar dan mendidik siswa,” tutupnya. (Uya)

Related Articles