Rokok Klobot Yang Melegenda Sejak Zaman Belanda Masih Ada Di Cirebon

CIREBON - Salah satu khas kretek di Nusantara yang juga tak kalah melegenda adalah rokok klobot. Rokok ini sudah melegenda sejak zaman Belanda. Meski sudah banyak rokok dengan berbagai macam merk, tetapi rokok klobot yang lintingannya terbuat dari daun aren itu ternyata masih terus dipertahankan. Seperti yang ada di Desa Beringin, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon.

Rokok daun kulit aren yang saat ini sudah langka, masih terus dibuat di desa tersebut. Terlihat para ibu-ibu yang masih melakukan aktivitasnya menjemur daun klobot untuk dibuat rokok yang hanya menyasar kalangan orang tua.

Salah satu warga yang masih melestarikan rokok ini adalah Masriah. Dia menjelaskan, dirinya menjemur daun aren untuk dibuat klobot dari pengusaha klobot di daerahnya, dengan sistem buruh yang nantinya akan mendapatkan upah.

“Kita diberi daun aren yang akan dibuat klobot dalam bentuk gulungan daun untuk dijemur. Karena itu masih basah, setelah kering kemudian kita gulung kembali dan kita berikan kepada pengusahanya dan kita akan mendapatkan upah Rp1500 per gulung," katanya Jumat (10/08/2018).

Menurut masriah, kaum ibu-ibu yang yang tidak memiliki kegiatan bisa mencari uang dengan menjadi buruh mengeringkan daun aren tersebut. Namun banyak pula yang langsung dibuat klobot, setelah jadi klobot langsung disetorkan kepada pengusaha dengan pemberian upah per satu klobot yang sudah jadi.

“Ada juga yang langsung dibuat menjadi klobot, setelah dibuat kemudian disetorkan kepada pengusahnya, dan akan mendapatkan upah perbungkus klobot 200 rupiah,” ungkapnya.

Sementara pengusaha Klobot di Desa Beringin, Mudrika mengatakan, pihaknya tetap akan mempertahankan rokok Klobot tersebut karena sudah turun temurun dari orang terdahulu.

“Selama ini Klobot hanya dikenal para orang tua, tukang beca, para nelayan, petani, karena harganya hanya cuma Rp1500 sampai Rp2.500 perbungkus. Namun itu tidak menjadi patah semangat untuk mempertahankan roko Klobot di era marakanya roko pabrikan yang saat ini banyak bermunculan,” ungkapnya.

Menurutnya selama ini rokok Klobot hanya menyasar kalangan bawah sehingga dirinya hanya mengirim barang tersebut ke daerah tertentu saja seperti Pekalongan, dan daerah pesisir pantai.

"Klobot sejak tahun 2013 hingga saat ini jarang dikenal masyarakat. Selama ini saya memproduksi roko klobot sesuai dengan pesanan saja," katanya. (abr)

Related Articles