Ratusan Hektar Padi Di Cirebon Rusak Diserang Tikus, Petani Rugi Ratusan Juta

CIREBON - Ratusan hektar tanaman padi di Desa Gegesik Wetan, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, rusak parah dan habis diserang hama tikus. Para petani mengaku rugi ratusan juta rupiah akibat serangan itu.

Serangan tikus yang terjadi di beberapa desa di Kecamatan Gegesik itu mulai terjadi sejak dua pekan lalu. Menurut salah satu petani, tikus-tikus tersebut paling banyak beroperasi di malam hari dengan memakan batang padi hingga habis tidak tersisa.

"Rata-rata tikus itu mulai menyerang pada malam hari hingga subuh. Selain gelap, tidak banyak yang jaga di sawah," kata Saroji, Jumat (10/08/2018).

Menurut Saroji, tikus-tikus itu sedikit demi sedikit menggigit batang padi bagian bawah. Hal ini berakibat pada rusaknya padi hingga habis bahkan yang sudah berbuah akan habis hingga bulir-bulir padi rusak.

 

Hal yang sama juga dialami oleh Sutari, pemilik sawah seluas 2 hektar di Blok Sigobang, Desa Gegesik Wetan. Tanaman padi yang sudah berumur 40 hari miliknya ludes dimakan hama tikus yang jumlahnya mencapai ratusan ekor. Padahal ia sudah menghabiskan seluruh uangnya untuk membiayai tanamannya.

"Saya rugi Rp7 juta jika dihitung sejak biaya pembelian bibit dan perawatannya untuk satu hektar. bahkan petani lain ada yang mencapai puluhan juta," katanya.

Akibat kejadian itu, dirinya lebih memilih membabat tanaman padi miliknya sebagai makanan sapi. Sebab jika kondisi itu dibiarkan, biaya pembelian obat tikus dan hasil panen yang dihasilkan tidak sesuai.

"Saya dan petani lain sudah berusaha dengan berbagai cara, tapi samapai saat ini belum juga ada solusinya," katanya.

Ia berharap pemerintah dan dinas terkait untuk bisa turun tangan mengatasui hama tikus di wilayahnya. "Kami dan petani lain sangat berharap pemerintah dan Dinas pertanian turun ke lapangan, agar mengetahui kondisi saat ini," katanya. (abr)

Related Articles