10 Desa Di Kabupaten Cirebon Banyak Anak Penderita Stunting

CIREBON - Wilayah Pemerintah Kabupaten Cirebon terdapat empat Kecamatan anak yang mengalami keterlambatan masa pertumbuhan (stunting), sehingga Pemkab harus berkonsentrasi dalam mengentaskan penyakit ini.

Hal itu dikatakan Dr Edi, Kepala Bidang Kesehatan  Kabupaten Cirebon. Menurutnya dalam mengentaskan stunting di wilayah Kabupaten Cirebon, bertahap hingga tahun 2020 mendatang dalam melakukan upaya.

"Masalah stunting di setiap desa dan, sehingga menjadi salah satu interfensi dari kemenkes profinsi. Dan saat ini kita konsentrasikan pada 10 Desa diwilayah Kabupaten Cirebon, "katanya.  Jumat (10/08)

Dijelaskan Dr Edi, menurutnya keempat Kecamatan yang terdapat anak alami stunting tersebut diantaranya, Kecamatan Astana japura, Kecamatan Babakan, Kecamatan Mundu, Kecamatan Gempol, dan Kecamatan Plered. Dari empat kecamatan itu seluruhnya berjumlah 10 Desa terdapat anak yang mengalami stunting.

"Sepuluh desa ini sebagai bahan konsentrasi kami dalam mengetaskan masalah gizi dan stunting," katanya.

Menurut Dr Edi, dari sekian desa yang terparah anak mengalami stuntung yakni Desa Sarabau, Kecamatan Plered.

"Desa Sarabau Kecamatan Plered yang paling banyak dari desa lain, oleh karena itu desa itu mendapatkan perhatian penuh dari pemerintah," katanya.

Upaya pemerintah dalam menanggulangi permasalahan stunting dan kekurangan gizi, lanjut Edi, bahwa pemerintah melalui Dinas Kesehatan, berupaya dengan maksimal untuk menangani kasus stunting di wilayah Kabupaten Cirebon.

"Masalah stunting ini tugas bersama, dari mulai Posyandu dan Desa setempat, hingga Pemkab dalam memperhatikan anak yang mengalami stunting," katanya.

Jika sudah terjadi alami stunting, lanjutnya, bagaimana pemerintah mengantisipasi agar anak yang alami stunting tidak sakit, dan jangan sampai kekurangan asupan gizi.

"Untuk yang sudah alami stunting, anak tersebut harus dijaga dengan baik, dan dapat perhatian penuh dari pemerintah Desa dan kader posyandu, agar anak yang mengalami stunting, tidak mengalami sakit dan kurang asupan gizi," katanya. (abr)

 

Related Articles