Sikapi Soal Interpelasi, Jimmy Dinilai Ngawur Oleh Mulyono

KARAWANG-Ketua Partai Golkar Karawang, Sukur Mulyono, mengatakan bahwa Wakil Bupati Karawang, Jimmy Ahmad Zamakhsyari, gagal memahami maksud dari rencana penggunaan hak interpelasi Fraksi Golkar di DPRD Karawang. 

"Anggapan Jimmy yang mengatakan Fraksi Golkar akan menggunakan hak interpelasi terkait perehaban pendopo Karangpawitan adalah ngawur dan ngaco," ujar Mulyono kepada Portaljabar.net, Sabtu (8/9/2018).

Padahal, menurut Mulyono, instruksinya kepada Fraksi Golkar terkait penggunaan hak interpelasi bukanlah membahas masalah pendopo Karangpawitan, namun fokus pada pembiaran rezim Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana terhadap bangunan sekolah yang dibiarkan roboh dua tahun lamanya. 

"Pendopo Karangpawitan itu hanya contoh saja jika Pemda lebih mementingkan merehab bangunan yang masih layak pakai dibandingkan memperbaiki bangunan sekolah yang sudah roboh," ujarnya.

Kata Mulyono, menjadi keprihatinan bersama ketika Pemda Karawang selalu beralibi tidak memiliki anggaran untuk memperbaiki gedung sekolah, namun malah fokus merehab pendopo seharga Rp7,4 miliar. 

"Katanya Pemda gak punya duit benerin gedung sekolah, tapi kok untuk merehab pendopo seharga Rp7,4 miliar disiapkan anggaranya," ucapnya.

Mulyono juga memberikan saran kepada Pemda jika memang tidak bisa dilaksanakan perehaban gedung sekolah karena terkendala administrasi, dapat menggunakan dana bencana. 

"Sekolah roboh kan bencana juga, gunakan saja dana bencana karena ini kan sifatnya emergency," sarannya.

Selain itu Mulyono menegaskan kembali bahwa rencana penggunaan hak interpelasi adalah bentuk kepedulian dan keprihatinan Partai Golkar atas sikap Pemda Karawang yang tidak perhatian terhadap bangunan sekolah rusak.

Sementara itu Jimmy Ahmad Zamakhsyari menanggapi dengan santai berbagai serangan balik dari Mulyono. 

"Iya biarin aja, enggak apa-apa kok," singkat Jimmy. (uya).

Berita Terkait

Related News