Masyarakat Mau Buat Laporan, Malah Didebat Secara Keroyokan Oleh Unit Tipikor Polres Karawang

KARAWANG-Seorang masyarakat bernama Cali Suherli, warga Desa Lemahduhur, Kecamatan Tempuran, bersama enam orang penasehat hukumnya bernama Muhammad Gary Gagarin Akbar, S.H.,M.H, Zarisnov Aravat, S.H.,M.H, Deny Guntara, S.H.,M.H, Abdul Kholiq, S.H.,M.H, Irma Garwan, S.H.,M.H, dan M. Abas, S.H.,M.H, berusaha membuat laporan polisi terkait penggelapan dalam jabatan dan korupsi yang diduga dilakukan oleh Kepala Desa (Kades) Lemahduhur, Kecamatan Tempuran.

Alangkah kecewanya Cali ketika hendak melaporkan Kadesnya ke Unit Tipikor, Polres Karawang dengan melampirkan lebih dari dua bukti permulaan bukannya diberikan pelayanan dengan baik malah didebat dengan argumen ngawur personil Unit Tipikor.

"Kenapa saya sebagai pelapor didebat oleh polisi, harusnya mereka berterimakasih kepada saya karena membantu tugas kepolisian," ujar Cali kepada Portaljabar.net, Sabtu, (8/9/2018).

Menurut Cali, bisa dibayangkan pelayanan yang lebih buruk yang dilakukan Unit Tipikor kepadanya jika tidak didampingi penasehat hukum. 

"Kebayang kan gimana perlakuan lebih buruk oleh mereka (Unit Tipikor) kepada saya jika saya tidak didampingi penasehat hukum," sebutnya.

Penasehat Hukum Cali, Zarisnov Aravat, yang juga seorang ahli hukum pidana ini kecewa berat dengan pelayanan Polres Karawang khususnya Unit Tipikor. 

"Klien saya ini seorang terlapor masa diperlakukan layaknya pesakitan," ujar Aravat.

Seharusnya menurut Aravat, Unit Tipikor melayani kliennya dengan profesional bukannya malah mendebat secara tidak karuan. 

"Prosedurnya kan orang mau laporan ya diterima saja dulu laporannya. Terlepas nanti ada unsur pidana tidaknya nanti setelah ada proses yang berjalan," tandasnya. (uya).

Berita Terkait

Related News