Rupiah Melemah, Pedagang Sektor Informal Di Kota Bandung Sepi Pembeli

BANDUNG - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat hingga menyentuh angka Rp 15.000, belakangan ini memberikan dampak kepada penjualan sektor informal. 

Kalangan pedagang sektor informal mulai mengeluhkan sepi penjualan barang. Mereka mengaku harus menyesuaikan harga akibat melemahnya nilai tukar rupiah ini.

“Untuk mendapatkan penghasilan Rp150.000 hingga Rp300.000 setiap hari saja, rasa begitu berat. Penjualan di pasar mingguan pun hanya penglaris saja. Biasanya hanya ramai pada minggu kedua. Hari hari lainnya dan minggu lainnya terasa banget penurunan penjualan itu,"  kata Munir, penjual barang klontongan, yang biasa mangkal di kawasan Stadion GBLA, Gedebage, Bandung , Minggu (9/9/2018).

Sepinya pembeli memang terasa pada penjualan. Namun, menurut Munir sektor informal secara global belum terpengaruh.

"Nggak tahu ya kalau akhir tahun dolar menyentuh di Rp 17.000. Tetapi selama pembangunan ifrastruktur  masih berjalan sepertinya bisa memicu perbaikan informal dan mendongkrak pasar," ujarnya.

Munir mengungkapkan, menaikan harga barang jualan juga akan berdampak pada daya beli masyarakat.

“Jika melihat secara umum ini mah dari kacamata saya pedagang informal, pelemahan nilai tukar rupiah memang berdampak pada daya beli masyarkat,” tutupnya. (edi)

Related Articles