Kondisi Bus Maut Yang Menewaskan 21 Orang Di Sukabumi Ternyata Tidak Laik Jalan

SUKABUMI - Bus maut yang menyebabkan 21 penumpang tewas di Jalan Cikidang - Pelabuhanratu, Sukabumi di tikungan tajam letter S ternyata kondisinya sudah tidak laik jalan. Hal itu terbukti saat Polisi memeriksa kaleng Uji KIR yang sudah terlewat dua tahun.

Sebelumnya menurut Informasi,  38 orang penumpang dari PT Catur Putra Grup (CPG) berangkat dari Bogor menuju lokasi arung jeram di Cikidang menggunakan bus Jakarta Wisata Transport bernomor polisi B 7025 SGA.

Bus kehilangan kendali, saat melintas di jalan menurun berbentuk letter S lalu terperosok ke dalam jurang sedalam 30 meter. Polisi bergerak cepat melakukan pemeriksaan badan bus, dan petugas menemukan kaleng KIR yang sudah kadaluarsa.

"Anggota kita menemukan kaleng uji KIR tahun 2016. Artinya KIR dalam kondisi mati selama 2 tahun, dan perusahaan tidak melakukan uji kelaiakan kendaraannya," kata Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi, kepada wartawan, Minggu (9/9/2018).

Kapolres geram karena perusahaan tetap menggunakan armada tersebut dan mengabaikan keselamatan penumpangnya.

"Tidak uji kelaiakan artinya kondisi kendaraan itu saat membawa penumpang dalam kondisi tidak laik" lanjut dia.

Kendaraan saat dievakuasi petugas/riew/PJ

 

Dugaan rem blong kian menguat saat saksi mata salah seorang penumpang Pendi (36) menyebut bus sempat melesat tanpa rem hingga akhirnya terperosok ke dalam jurang.

"Posisi saya di barisan bangku keempat dari depan, saya merasakan bagaimana saat bus melesat terbang sampai akhirnya terperosok ke dalam jurang," ungkapnya.

Pendi mengetahui jelas supir bus beberapa kali menginjak rem namun tidak berfungsi dengan baik, hingga penumpang bus berisi 38 orang berteriak panik. Tangan pendi berpegangan ke tiang besi.

"Beberapa saat sebelum masuk jurang bus mulai terasa oleng, semua penumpang berteriak. Sampai akhirnya bus seperti melayang lalu menghantam tanah," tutur Pendi. (Riew

Related Articles