Diduga Sarat Kepentingan, Dana Belasan Miliar CSR Untuk Rehab Sekolah Mengendap

KARAWANG-Sekitar 20 gedung SD rusak  yang rencananya akan direhab dengan menggunakan dana CSR perusahaan sebesar belasan miliar pada tahun 2016 dan 2017 ternyata mangkrak hingga kini. Penyebabnya, diduga adanya sarat kepentingan yang saling tarik-menarik dibalik rehab 20 gedung SD tersebut.

“Iya benar pada tahun 2016 ada dana CSR perusahaan sebesar Rp8 miliar untuk rehab gedung SD yang rusak. Semua SD tersebut tidak akan dimasukan untuk dapat bantuan lagi dari DAK, APBD dan APBN karena sudah disupport CSR,” kata Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Bidang SD Disdikpora Kabupaten Karawang, Cece Saripudin, mengawali perbincangan dengan Portaljabar.net, Rabu (12/9/2018).

Awalnya, ucap Cece menceritakan kronologisnya, direncanakan ada 9 SD yang akan direhab, tetapi masukan dari Kadisdikpora Kabupaten Karawang, Dadan Sugardan, kemudian ditambah menjadi 20 gedung SD yang akan direhab dengan menggunakan dana CSR perusahaan pada tahun 2016.

“Pada sekitar Desember 2016, saya diminta oleh Pak Suroto selaku Kadisnakertrans Karawang yang juga pimpinan Konsoriusm CSR terkait RAB dan gambar SD yang akan direhab,” imbuhnya.

Cece melanjutkan, ketika rencana rehab itu diketahui Bupati dan Wakil Bupati sarat kepentingan dengan indikasi banyaknya orang datang kepada Suroto untuk meminta paket pekerjaan rehab, maka perencanaan rehab itu kemudian diambil Wakil Bupati.

“Pada sekitar Agustus 2017, kami rapat lagi soal rencana rehab tersebut di Rumah Dinas Wakil Bupati,” ujarnya.

Ketika disinggung dana CSR untuk rehab SD cair kembali sekitar Rp7 miliar pada tahun 2017, Cece tidak membantahnya. Karena menurutnya dana CSR itu ada juga untuk tahun 2017 dan 2018. Namun hingga kini dana CSR tersebut mengendap dan buntutnya 20 gedung SD rusak yang direncanakan akan direhab jadi mangkrak.

“Coba saja datang ke pengusaha yang kantornya ada di Resinda untuk mengetahui rencana rehab SD dari dana CSR ini,” tutup Cece. (tif).
 

Related Articles