Dana BOS Sudah Diturunkan, Wali Murid SDN Sirnabaya 2 Masih Ditagih Uang Buku

KARAWANG- Setelah ramai pemberitaan pungutan liar (pungli) kepada wali murid supaya membeli secara paksa buku pelajaran di SDN Sirnabaya 2, Kecamatan Telukjambe Timur, belum lama di SDN tersebut diedarkan buku pelajaran yang bersumber dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). "Iya kalau proses nya udah lama karena ada kendala, buku dari dana BOS ini baru diturunkan ke sekolah," ucap salah satu guru SDN Sirnabaya 2, Duduy kepada Portaljabar.net, Rabu, (12/09/2018).

Menurut Duduy terkait pungli uang buku, di sekolahnya tidak ada yang namanya jual beli buku sekolah karena merupakan hal yang dilarang. "Gak ada itu jualan buku," ujarnya.

Duduy juga mempersilahkan Portaljabar.net untuk kembali lagi di waktu yang lain agar bisa bertemu dengan Kepala Sekolah untuk lebih memperjelas permasalahan diatas. "Ibu Kepseknya gak datang, silahkan datang lagi nanti," ucapnya.

Seorang wali murid yang meminta namanya dirahasiakan mengaku kaget buku gratis dari dana BOS sudah beredar disekolah. Kagetnya wali murid tersebut karena masih dilakukan penagihan uang buku oleh Mamah M yang dikenal dekat dengan Kepala Sekolah Marsela. "Si Mamah M masih nagih duit buku," ujarnya.

Menurutnya selaku wali murid siap membayar kepada Mamah M asalkan memakai kwitansi namun hampir bisa dipastikan yang bersangkutan menolak di buatkan kwitansi. "Mana mau bikin kwitansi dia (Mamah M)," ujarnya.

Sementara itu salah satu guru yang tidak mau disebutkan namanya menyebut bahwa Kepala Sekolahnya yang bernama Ibu Marsela ini jarang ngantor. Namun ketika ada urusan mengenai uang selalu terdepan dan ingin paling banyak.

"Ngantor aja jarang, alasannya sakit lah, apa lah. Dia orangnya saklek, otoriter, selain itu untuk urusan duit seperti dapat fee dari tukang buku pingin semuanya dia makan," tandasnya. (Uya)

Berita Terkait

Related News