Empat Keluarga Korban Perdagangan Manusia Ngadu Ke PCNU Purwakarta

PURWKARTA-Pihak keluarga korban perdagangan manusia atau trafficking di Cina mendatangi kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Purwakarta, pada Kamis (13/9/2018).

Kedatangan keempat keluarga korban tersebut bertujuan untuk meminta bantuan PCNU Purwakarta dalam memulangkan keluarga mereka yang sejak empat bulan terakhir diperlakukan tidak senonoh di Negeri Tirai Bambu tersebut.

Juru bicara (Jubir) pihak keluarga tersebut, Ayi Muhamad Amin, mengatakan, hingga saat ini keempat warga Purwakarta itu diperlakukan dengan tidak senonoh, bahkan nyaris setiap saat diperlakukan layaknya seekor hewan seperti diperkosa dan dipukul oleh pembeli mereka.

"Dari keterangan keempat keluarga, sebelum berangkat ke Cina, keempat anggota mereka mendapat informasi di media sosial (medsos) dari seorang agensi ilegal terkait adanya lowongan pekerjaan di luar negeri sebagai sales dengan iming-iming upah besar," kata Ayi, saat ditemui di Kantor PCNU Purwakarta, Kamis (13/9/2018).

Sementara, sambung dia, pihak keluarga hanya mengira bahwa anak-anak mereka hendak bekerja ke luar negeri seperti TKW legal lain pada umumnya. Namun beberapa waktu terakhir kabar buruk pun mulai tersiar kepada pihak keluarga terkait keberadaan anak mereka yang telah dinikahkan secara paksa dan hanya dijadikan pemuas nafsu pembeli mereka.

"Semenjak tahu keberadaan anak mereka yang sebenarnya, pihak keluarga telah melakukan sejumlah upaya guna memulangkan anak mereka dengan membuat aduan kepada pihak kepolisian. Namun, hingga saat ini belum ada jawaban pasti," jelas Ayi.

Selain itu, lanjutnya, pihak keluarga mengaku tidak pernah menyetujui bahkan mengetahui terkait pernikahan korban dengan pembeli. 

"Bahkan seluruh dokumentasi pernikahan yang telah diperoleh dari korban disinyalir palsu," ungkapnya.

Di tempat yang sama, Katib Syuriah PCNU Kabupaten Purwakarta, Anwar Nasihin, mengatakan, pihaknya telah menerima sejumlah aduan tersebut. Dan sebagai langkah awal pihaknya telah melakukan komunikasi dengan LBH PP Ansor Pusat.

"Segala upaya akan kita tempuh demi memulangkan ke empat warga yang saat ini jadi korban trafficking tersebut," kata Anwar.

Menurutnya, upaya pembebasan atau pemulangan para korban perdagangan ini merupakan tanggung jawab pemerintah dan negara.

"Karena pada dasarnya, para korban ini merupakan warga Indonesia yang sah dan memiliki identitas asli indonesia. Dan dengan kondisi mereka yang saat ini diintimidasi serta diperlakukan secara kasar, maka sudah sepantasnya kita berjuang bersama demi kebebasan mereka di sana," tegas dia.

Diketahui, empat korban asal Purwakarta yang saat ini berada di Cina yaitu MRD (16), warga Desa Cilegong, Jatihulur, VNS (20) warga Desa Ganda Mekar, Kecamatan Plered, DW (30) warga Cihideung, Ciseureuh, Purwakarta dan (YL) warga Kampung Batu, Ciseureuh, Purwakarta. (rhu).

Berita Terkait

Related News