LIPSUS: Menelusuri Sejarah Kelam Jabatan Bupati Karawang, Dipenggal Hingga Berakhir Di Penjara

KARAWANG- Karawang sebuah wilayah yang kecil jika dibandingkan Pulau Jawa secara keseluruhan. Namun memiliki sejumlah pesona menggoda siapapun yang memiliki hasrat kekuasaan.

Tak ayal karena sejumlah potensi kekayaan wilayahnya, Kabupaten Karawang dari sebelum dibentuk sampai saat ini sudah terjadi tragedi berdarah dan memilukan dalam perebutan kekuasaan.

Budayawan bernama Abah Sarjang mencoba mendeskripsikan sejarah kelam mengenai kekuasaan di Karawang dari awal mula pendirian Kabupaten Karawang 384 tahun lalu.

"Sejarah kelam perebutan kekuasaan di Karawang dimulai ketika Bupati pertama, Singaperbangsa berkonflik dengan Wirasaba yang juga diutus oleh Sultan Agung Mataram," ucap Abah Sarjang kepada Portaljabar.net, Rabu, (13/09/2018).

Konflik antara dua orang utusan Sultan Agung ini mengalami klimaks ketika kepala Singaperbangsa dipenggal oleh Wirasaba atau orang suruhannya.

"Sampai terjadi pembunuhan Singaperbangsa sudah jelas motifnya perbutan kekuasaan," ujarnya.

Menurutnya sejarah kelam tersebut sangat wajar terjadi kembali di waktu dan pelaku yang berbeda. Seperti di era reformasi ini sudah dua orang Bupati Karawang yang berakhir dengan tragedi. 
"Pertama Ahmad Dadang yang meninggal di penjara dan Ade Swara yang dipecat karena terbukti korupsi dan juga dipenjara," jelasnya.

Sarjang menyebut siapapun orangnya yang menjadi Bupati Karawang bakal mendapatkan cobaan besar ketika menjabat.

"Bakal banyak cobaan bagi Bupati yang sedang menjabat itu wajar karena kekayaan Karawang sangat melimpah. Selain itu banyak pihak yang berhasrat menjadi Bupati berdampak pada sikap iri dari lawan politik," ucapnya.

Sementara itu di era Orde Baru, menurut Sarjang, relatif aman dari tragedi politik karena tidak adanya pemilihan langsung. Paling banter menurutnya Bupati yang sedang menjabat mati secara mendadak.

"Kalau orde baru karena Bupati ditunjuk langsung relatif tidak ada tragedi politik," tandasnya. (Uya)

Berita Terkait

Related News