Pembuang Limbah Medis Di Cilebar Oknum Karyawan PT MHS

KARAWANG - Kapolres Karawang, AKBP Slamet Waloya ungkap motif dan kronologis pembuangan limbah medis RS Budi Asih Bekasi di hutan konservasi mangrove, di Dusun Sukamulya, Desa Pusakajaya, Kecamatan Cilebar, Karawang sepekan lalu.

Karyawan PT MHS, Suherman (SH) (22),warga Cilebar,Karawang, resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Polres Karawang.

"Serangkaian penyelidikan kami, maka seorang tersangka SH,merupakan karyawan PT MHS ditangkap Kamis (14/9/2019) kemarin,"kata AKBP Slamet Waloya, Jumat (15/9/2018).

Terungkapnya pelaku, berawal dari hasil pemeriksaan saksi, dan juga rekaman kamera pengawas (CCTV) RS Budi Asih. "Kami cocokan rekaman terakhir pelaku cocok dengan keterangan saksi," ujarnya.

Diluar Perjanjian Kerja

Menurut Slamet, pelaku mengangkut limbah medis RS Budi Asih dengan memanfaatkan jeda kontrak dengan PT MHS selaku kontraktor transpoter limbah medis.

"Jadi kontrak RS dengan PT MHS dihentikan Maret 2018, tapi pelaku yang sering angkut limbah dihubungi orang rumah sakit diluar sepengetahuan kedua pihak. Ini masih kami dalami apakah ada keterlibatan pihak lain atau tidak, karena proses pemeriksaan masih berjalan," ujarnya. 

Upah Rp 2- 3 Juta

Pelaku, kata Slamet, mendapat upah 2 juta rupiah sekali angkut limbah. Namun, oleh pelaku limbah tidak dimusnahkan di tempat khusus pemusnahan limbah, tapi dibuang ke hutan mangrove. 

"Pelaku sudah tiga kali angkut limbah medis RS Budi Asih, tapi baru yang ketiga ini limbahnya ketahuan dibuang ke daerah Cilebar. Yang sebelumnya masih kami gali keterangannya dibuang kemana-mananya," ungkapnya.

Seharusnya, limbah medis RS Budi Asih ini dibuang  ke PT TJS untuk dimusnahkan. Tapi untuk mendapatkan keuntungan pribadi, pelaku malah membuangnya ke hutan Mangrove di Cilebar, Karawang. 

"Tempatnya sepi jarang ada orang, " kata SH, pelaku pembuangan.

Permintaan Oknum RS

Selain itu, SH pun mengaku dihubungi pihak RS dan menggunakan mobil operasional PT MHS untuk mengangkut limbah medis.

"Saya yang dihubungi orang RS untuk angkut limbah, dijanjikan akan dibayar tiga juta rupiah," ucap SH.

AKBP Slamet menambahkan, pelaku terancam pidana kurungan 3 tahun penjara, karena melanggar Pasal 104 jo pasal 60 UU RI no.32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Limbah Medis. 

"Atau denda maksimal tiga miliar rupiah, (Rp.3000.000.000), " tutur Kapolres. (Tar)

Berita Terkait

Related News