Begini Kronologis Siswi SMK Buang Bayi Hasil Hubungan Haram Di Pos Ronda Cikampek

KARAWANG - Polisi mengungkap kronologis pembuangan bayi laki laki yang ditemukan pos ronda Perum BIP, Dawuan Barat, Kecamatan Cikampek, Karawang.

Siswi SMK, berinisial S, (17) yang melahirkan bayi mungil laki-laki, dan R, nenek si Bayi, selaku  ibu kandung S, merupakan orang yang meletakan bayi di pos ronda perum BIP pasca anaknya melahirkan. 

"R ini nenek bayi, yang sengaja menyembunyikan kehamilan anaknya, dan membantu proses persalinan di rumahnya," kata Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya, Selasa (18/9/2018).

Menurut Kapolres, S, hamil oleh pacarnya yang juga siswa salah satu SMK swasta di Cikampek. Keduanya sudah lama berpacaran secara tak wajar dan telah berhubungan intim dengan S. 

"Keduanya pelajar SMK tapi beda sekolah," ungkapnya.

Akibatnya, S hamil, tapi karena tubuhnya yang bongsor untuk ukuran perempuan seuisanya, maka kehamilannya tersamarkan. 

Pada Rabu 12 September, sekitar pukul 01.00 WIB, S terjaga dari tidurnya lantaran merasakan sakit di perutnya. "S bergegas ke kamar mandi dan sempat buang air besar lalu kembali ke kamar tidur," tutur Slamet. 

Namun, sekitar pukul 03.00 WIB perut S kembali berkontraksi. Saat itu S melepas celananya dan bayi dalam kandungannya lahir. 

"Saat bayi menangis R, ibunda S, mendengar lalu mendatangi kamar. Karena panik dia bawa bayi S keluar lewat jendela dan membuangnya di pos ronda," ungkap Slamet. 

Menurut Slamet, unsur pidana antara S, R, dan pacar S, masing- masing berbeda. S dan pacarnya bisa dikenakan pasal persetubuhan dengan  anak awah umur.

"Persoalannya keduanya masih dibawah umur jadi kami perlu dalami lagi. Sedangkan R, nenek bayi bisa dijerat pasal 308  KUHP dengan ancaman pidana 2,5 tahun penjara," katanya. (Tar)

Related Articles