STKIP Yasika Tingkatkan Kompetensi Guru RA

MAJALENGKA - Uuntuk meningkatkan komptensi tenaga pendidik atau guru dalam upaya menjawab tantangan dunia pendidikan khususnya pra sekolah, terus dilakukan beberapa pihak. Salahsatunya seperti yang dilakukan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Yasika Majalengka bekerjasama dengan Ikatan Guru Raudlatul Atfal (IGRA) dan Kementerian Agama dengan menggelar Diklat Substantif Administrasi Guru RA.

Ketua STKIP Yasika Majalengka, Arip Amin, MPd mengatakan, menjadi guru di lembaga pendidikan pra sekolah atau Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam hal ini TK atau RA, membutuhkan modal kreativitas yang luar biasa. Bahkan dapat dikatakan melebihi para guru pada satuan pendidikan lainnya seperti SD, SLTP, SLTA bahkan Perguruan Tinggi (PT). 

“Dikatakan demikian karena karakteristik peserta didik pada satuan pendidikan PAUD sangatlah kompleks dan untuk mendidikannya memerlukan perhatian, ketekunan, kreativitas dan totalitas yang lebih dari para pendidiknya. Apalagi yang namanya RA yang merupakan satuan pendidikan yang bernafaskan Islam, maka para gurunya harus dapat menanamkan nilai-nilai keislaman serta memberikan contoh bagi para siswanya,” ujar Arip Amin didampingi Ketua Panitia, Lanlan Muhria, MPd di aula STKIP Yasika Majalengka.

Dikatakan Arip, untuk menjadi guru PAUD atau RA yang profesional dan kompeten dibutuhkan pelatihan, seminar yang kontinyu dan berkualitas untuk memberikan bekal yang cukup bagi pengembangan kompetensi dan profesionalisme para pendidiknya. Terkait hal itu, maka STKIP Yasika bekerjasama dengan IGRA dan Kemenag Majalengka menyelenggarakan pelatihan yang menyajikan materi-materi praktis yang sangat diperlukan oleh para pendidik RA.

Menurut Arip, diklat tentang Substantif Administrasi Guru RA kali ini diikuti peserta para guru RA yang berjumlah 160 orang dengan pelaksanaan selama tiga hari. Adapun pemateri yang dihadirkan berasal dari tingkat nasional dan regional yang kompeten di bidangnya masing-masing seperti halnya Dr Tamsikuddin, MPd, Prof. Dr H Cecep Sumarna, M.Ag, Dr H Yayat Hidayat, M.Ag, Saefullah, M.PdI, Dr H Hasan Sarip, M.Si, Drs Aceng Jaelani, M.Ag, Dr Asep Mulyana, M.Si, Aip Saripudin, M.Pd dan Herman Beni, MA.

Sementara itu Kepala Kemenag Kabupaten Majalengka, Dr H Yayat Hidayat, M.Ag mengatakan, pendidikan dan latihan seperti yang dilakukan STKIP Yasika dan IGRA sangat dibutuhkan untuk meningkatkan profesionalisme dan kompetensi para guru RA. Sebab, diklat yang berkesinambungan dan kontinyu dapat memberikan bekal ilmu pengetahuan bagi para pendidik RA yang notabene merupakan lembaga pendidikan paling awal bagi masyarakat.

“Saya memberikan apresiasi kepada penyelenggara kegiatan ini dan para guru RA yang mau menyempatkan waktu dan materi untuk meningkatkan kompetensinya. Mudah-mudahan melalui diklat ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat sehingga akan lahir generasi bangsa yang religious dan berkarakter,” tandasnya. (Man) 

Related Articles