Meski Haram, MUI Purwakarta Bolehkan Imunisasi Vaksin MR, Ini Alasannya

PURWAKARTA - Beredarnya kabar terkait kandungan bahan yang diharamkan oleh agama islam yang terdapat dala Vaksin Measles Rubella (MR), Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Purwakarta menyebut bahwa penggunaan vaksin MR untuk sementara waktu dapat digunakan.

Ketua MUI Purwakarta, KH John Dean, mengatakan, dengan kondisi keterpaksaan (darurat syar'iyyah) maka penggunaan vaksin MR produk dari Serum Institute of India (SII) dapat diguanakan atua disuntikan terhadap anak demi menjaga ketahanan tubuh regenerasi dari segala jenis virus penyakit mematikan.

“Pemakaian barang yang haram karena kondisi darurat itu menjadi dibolehkan. Begini contohnya, makan babi haram bagi umat muslim. Namun ketika seseorang dalam kondisi tidak makan babi lalu mati, maka makan babi diperbolehkan,” kata John Dean, kepada awak media, Selasa (18/9/2018).

Ia menjelaskan, dengan belum ditemukan atau hadirnya vaksin yang suci dan halal, maka penggunan vaksin yang diketahui mengandung unsur babi tersebut diperbolehkan.

"Ini sudah tercover oleh qaidah qaidah fiqih yang umum. Dan sebagaimana yang dijelaskan para ahli bahwa ketika vaksin ini tidak disuntikan maka akan membahayakan regenerasi kedepan," jelasnya.

Di sisi lain, Jhon Dean juga menghargai jika ada sejumlah orang tua yang menolak pemberian vaksin MR ke anaknya karena khawatir terhadap kehalalannya.

“Namun saya yakin Pemerintah itu tidak akan memberi yang jelek ke warganya, perlindungan ke generasi penerus dari virus itu penting dan wajib dilakukan pemerintah,” pungkasnya. (Rhu)

 

Related Articles