Lima Pelaku Penganiayaan Karyawan Resto Ummi Dihadiahi Gelang Kembar

BOGOR-Lima tersangka yang merupakan pelaku penganiayaan terhadap 3 karyawan Resto Ummi di Jalan Durian Raya, Bantar Kemang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor pada Sabtu, (25/8/2018) dinihari lalu, kini meringkuk di sel tahanan Mapolsek Bogor Timur, Kota Bogor.

Kapolsek Bogor Timur, Kompol Marsudi Widodo, mengungkapkan bahwa dari hasil pemeriksaan terhadap terduga pelaku yang semula diamankan sebanyak 9 orang, dan 5 pelaku ditetapkan sebagai tersangka.

"Awalnya, mereka kita panggil sebagai saksi dan hasil pemeriksaan terbukti mereka melakukan tindak penganiayaan, pengeroyokan," ungkap Marsudi kepada portaljabar.net, kamis, (20/9/2018).

Menurutnya, tindakan tersebut merupakan tindak pidana murni dan bukan aduan, jadi prosesnya berlanjut meski kedua belah pihak, sambung Marsudi, dan akan melakukan musyawarah.

"Tapi itu tidak menggugurkan tindak pidana murni. Silahkan saja kalau kalau ada kesepakatan diantara mereka. Jadi tetap kita proses perbal," tegasnya.

Kapolsek membenarkan bahwa tindak penganiayaan itu, dilakukan oleh sekelompok orang pemuda yang biasa nongkrong disekitar lokasi kejadian dan kerap mabuk-mabukan.

Kelima tersangka dikenakan pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 5 (lima) tahun 6 (enam) bulan penjara.

Seperti diberitakan sebelumnya di media ini, sembilan orang pemuda mabuk dengan membawa senjata tajam berupa pisau, gergaji besi, besi panjang dan batu, yang kemudian menganiaya 3 orang pegawai Rumah Makan bernama Ummi Resto di Jalan Durian Raya, Bantar Kemang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor pada Sabtu, (25/8/2018) dini hari.

Akibat penganiayaan, para pelaku tersebut satu dari tiga pegawainya mengalami luka serius dengan rahang serta hidung patah dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk penanganan medis. Pemilik Resto Ummi bernama Lia Ummi lalu melaporkan kejadian ini kepada Polsek Setempat. (her).

Related Articles