Pabrik Narkoba Yang Digerebeg Di Cibinong, Memproduksi Ekstasi Jenis Baru

BOGOR - Saat rilis di lokasi pabrik produksi narkoba yang digerebeg pekan lalu di Perumahan Sentra Pondok Rajek, Cibinong Kabupaten Bogor, Kapolres Jakarta Barat, Kombes Pol. Hengki Haryadi menyebut, ribuan barang haram tersebut merupakan ekstasi jenis baru.

Ekstasi tersebut diproduksi dengan menggunakan perpaduan narkoba dan obat-obatan penenang. Sebagian besar bahan-bahan yang digunakan pun diperoleh dari luar negeri.

"Yang kami temukan di pabrik dan barang bukti yang kami temukan merupakan jenis baru. Dikemas seperti ekstasi, tetapi bahan yang digunakan merupakan campuran sabu, ganja, dan obat-obatan golongan G," kata Hengki kepada pewarta, Senin (24/9/2018).

Dari hasil penggerebegan yang dilakukan Satnarkoba Polres Jakarta barat pada Kamis (19/9/2018) lalu, diamankan sebanyak 3.000 butir berbentuk pil warna hijau dengan logo casper. Pabrik skala rumahan ini mampu memproduksi sekitar 500 butir per hari. 

"Mereka sudah memproduksi sekitar satu tahun. Berdasarkan pengakuannya, mereka mendistribusikan ke berbagai tempat hiburan malam di wilayah Jakarta," katanya. 

Sementara itu, Kabid Puslabfor Bareskrim Mabes Polri, Komisaris Besar Sodiq Pratomo menjelaskan, Efek yang ditimbulkan akibat mengkonsumsi narkoba jenis baru tersebut, berbeda dengan narkoba jenis ekstasi pada umumnya. 

Kata dia, pengguna dapat merasakan tiga efek yaitu excited (kegembiraan), deppresian (penenang), dan halusinogen (halusinasi) secara terus menerus. 

"Ekstasi pada umumnya hanya menimbulkan excited atau kegembiraan yang berlebihan. Makanya, pengkonsumsi ekstasi suka dengan musik-musik riang dan tidak mau diam," kata Toriq. 

Toriq menjelaskan, dalam kondisi normal, tubuh manusia sulit mengubah dari kondisi tiga efek tersebut secara cepat, karena butuh waktu transisi dari kondisi riang ke tenang. 

"Ibaratnya, kondisi tubuh sudah lelah dipaksa oleh obat ini untuk jantungnya terus bekerja. Bila tubuh tidak merespon dapat menyebabkan pengkonsumsinya meninggal dunia," pungkasnya. (Her)

Tags:

Berita Terkait

Related News