Terungkap Aksi Keji Antoni, Leher Ririn Dicekik 15 Menit Hingga Tewas

KARAWANG - Kebiadaban Antoni, (34) terhadap RA, bocah SD berusia 11 tahun menyimpan cerita memilukan menyayat hati. Betapa tidak, selama 15 menit korban tak berdaya meregang nyawa dibawah cekikan lengan pelaku. 

"Setelah kami periksa, pelaku mengakui dirinya mencekik korban hingga meninggal, lalu membungkusnya dengan selimut dan kasur lantai di kamar mandi, serta menutup kepala korban dengan ember," kata Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Maradona Armin Mapaseng, Senin (24/9/2018).

Maradona pun menceritakan modus pelaku merayu korban agar mau mendatanginya. Pelaku mengaku dirinya sempat meminta korban untuk membelikan rokok ke warung. 

"Pelaku memberi korban uang Rp 100 ribu. Korban mau karena uang kembalian rokok diiming-imingi pelaku akan diberikan kepada korban," ungkapnya.

Saat kembali ke kontrakan itulah, lanjut Maradona, pelaku menarik korban ke dalam kontrakan dan berniat mencabulinya. Tapi, karena korban berontak dan berteriak, pelaku menyekapnya dan membenturkan kepala korban. 

"Peristiwa itu terjadi pada Kamis, 12 September 2018 sekitar pukul 14.00 WIB," tuturnya.

Maradona melanjutkan, saat itu korban masih sadar. Karena terus meronta dan hendak berteriak, pelaku kemudian mencekik leher korban hingga meninggal dunia.

"Lumayan lama kata pelaku, sekitar 15 menit korban baru dipastikan pelaku meninggal dunia. Sangat biadab," kata Maradona.

Tiga hari kemudian Minggu (15/9/2018) jasad korban ditemukan meninggal dalam kondisi mengenaskan, di kamar mandi kontrakan pelaku. Kontrakan yang disewa pelaku  tidak lain kontrakan milik Hardi, dekat rumah orangtua korban sendiri. (Tar)

Related Articles