Bakar Ban Bekas, Ratusan Mahasiswa Unjuk Rasa Tentang UU Agraria

CIREBON-Ratusan mahasiswa berunjuk rasa di jalur Pantura Kota Cirebon atau tepatnya di lampu merah Jalan Pemuda, dengan membakar ban bekas ditemani kepulan asap hitam. Mereka meneriakKan tuntutan kepada pemerintah agar benar-benar merealisasikan kebijakan sesuai dengan UU Agraria. 

Ratusan mahasiswa ini tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI), Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI), dan Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Aksi tersebut merupakan refleksi Hari Tani Nasional yang jatuh pada 24 September 2018 kemarin. Unjuk rasa tersebut menyebabkan kemacetan lalu lintas, karena mereka melakukan aksi tepat di tengah-tengah perempatan.

Koordinator lapangan aksi demonstrasi, Rofik, mengatakan, di Kota Cirebon reforma Agraria masih belum dilakukan dengan benar oleh pemerintah, sesuai dengan Undang-Undang Agraria no. 5 tahun 1960.

“Sepertinya Pemerintah tidak benar-benar berpihak pada regulasi,” katanya, Selasa (25/9/2018).

Menurutnya, selama Pemerintahan Jokowi - Jusuf Kalla terdapat 1.833 konflik tentang agraria, hal ini menunjukkan bahwa UU masih belum dilaksanakan dengan benar.

“Ini terjadi selama 4 tahun di pemerintahan Jokowi - JK. Dan tuntutan kami adalah tegakkan reforma agraria sejati menurut Undang-Undang agraria No. 5 tahun 1960,” tegasnya.

Sedangkan menurut Arif Abdul Wahid, dari HMI, aksi ini juga merupakan tuntutan kepada pemerintah agar para petani yang mengalami kriminalisasi di Indramayu dibebaskan. Para petani di sana dipenjarakan karena menolak tanahnya digusur untuk pembangunan PLTU.

“Hanya karena menolak tanahnya digusur untuk pembangunan PLTU, lantas mereka dibawa ke meja hijau dan ditahan. Kami minta, mereka adalah korban maka bebaskan mereka, itu adalah fitnah,” ujarnya.

Aksi unjuk rasa tersebut tidak berlangsung lama. Mereka pun membubarkan diri setelah melakukan aksi selama sekitar satu jam. Beberapa polisi dari Polres Cirebon Kota diturunkan untuk melakukan pengamanan aksi dan lalu lintas. (jhn).

Related Articles