Seratus Lebih Pabrik Diduga Masih Mencemari Sungai Citarum

BANDUNG – Sebanyak 107 perusahaan yang pabrik-pabriknya dilalui aliran Sungai Citarum, saat ini berstatus dalam penyidikan pihak kepolisian.

Demikian ditegaskan Kapolda Jabar, Irjen Pol Agung Budi Maryoto, saat mendampingi Gubernur Jabar dan Pangdam III Siliwangi, mengunjungi proses pengerukan Sungai Citarum di Kawasan Jembatan Citarum, Bojong Soang, perbatasan Kabupaten Bandung dan Kota Bandung, Rabu (26/9-2018).

“Kejahatan Lingkungan akan menjadi fokus pihak kepolisian. Saya akan tegas, jangan ada main-main lagi dengan lingkungan ini,"  ujar Agung Budi.

Menurutnya, pihak kepolisian dilindungi undang-undang untuk menjaga lingkungan. Selama ini bukan lagi menjadi rahasia umum, salah satu kendala penanganan Program Citarum Harum, antara lain karena masih banyaknya pabrik-pabrik yang ditenggarai membuang limbah industrinya ke aliran Sungai Citarum.

“Apabila ada limbah melebihi ambang batas, bisa naik ke tingkat penyidikan," tambahnya.

Sebanyak 107 pabrik yang kini masih dalam proses penyidikan tersebut, menurut Kapolda Jabar, 57 pabrik tengah ditangani Polda Jabar. Sementara yang ditangani polres-polres, mulai dari sektor 1 sampai 21, terhitung ada 55 pabrik. Sedangkan kasus yang sudah maju ada 8 pabrik.

Gencarnya pihak kepolisian menangani para pelanggar pencemaran lingkungan, dibenarkan Kapolda Jabar bahwa ada pelanggar yang kemudian dikenai sanksi sosial. Ada sebuah pabrik yang menerima hukuman mulai dari direksi hingga para karyawannya, disuruh membuang sampah dan limbah yang pernah dibuangnya ke Sungai Citarum.

Menanggapi dengan masih banyaknya kejahatan lingkungan, berupa pencemaran limbah pabrik ke aliran Sungai Citarum, Gubernur Jabar Ridwan Kamil akan memanggil para pengusaha dan berwacana akan merelokasikan ratusan pabrik sepanjang DAS Citarum ke kawasan industri di beberapa kabupaten Jawa Barat.

Meski demikian, karena masih dianggap sebagai program jangka panjang, Kang Emil menegaskan bahwa saat ini pihaknya lebih berkonsentrasi pada upaya perbaikan mulai dari hulu di Cisanti sampai ke hilirnya.

“Insya Alloh dalam lima tahun ini kita cepat dengan kreatifitas. Yang urban kita perkeraskan, yang natural kita jaga dengan kehijauan dan mata air hidup lagi. Ada 7 mata air yang kembali hidup lagi dengan upaya lingkungan," ujar Kang Emil. (dahen)
 

Related Articles