Aksi Bupati Karawang Tutup Jalan Cilamaya-Cikalong Dianggap Konyol Dan Menghambat Proyek Nasional

KARAWANG - Aksi tegas yang dilakukan Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana menutup jalan jalur Cikalong-Cilamaya untuk melarang masuk mobil proyek nasional Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) mendapatkan respon buruk dari sebagian pihak.

Salah satunya diungkapkan Ketua Masyarakat Pemantau Penyelenggara Negara (MPPN), Tatang Obet, yang menilai aksi bupati tersebut konyol. Padahal, mega proyek tersebut merupakan prioritas Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

"Tegas sih tegas, tapi jangan konyol juga. Ini kan jalan untuk proyek nasional," ucap Obet kepada Portaljabar.net, Jumat, (05/10/2018).

Selain itu, Cellica menurut Obet dapat dianggap membuat ricuh sekaligus menghambat proyek nasional yang merupakan perintah Presiden Jokowi.

"Sama aja Cellica yang cuma sekelas Bupati berani menghambat proyeknya Presiden. Coba kedepankan kepentingan nasional bukan jadi ajang cari panggung," ujarnya.

Bahkan Obet menilai aksi tegas tapi konyol ala Cellica tersebut terindikasi jadi ajang menambah elektabilitas jelang tahun politik.

"Sebenarnya gak perlu juga marah-marah ngundang-ngundang media. Kalau dianggap pelaksana proyek nasional ada salah tinggal panggil aja. Ini kan keliatan banget Cellica mau cari panggung gratisan," tandasnya.

Sebelumnya, Bupati Karawang dan jajaran melakukan usir paksa ratusan dump truk pengangkut tanah proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Jawa-1 Power yang melintas di Jalan Cikalong-Cilamaya.

Bahkan Cellica terlihat sangat marah ketika mendatangi langsung lokasi jalan yang dilintasi mobil bertonase tersebut.

Menurut Cellica, dump truk muatan tanah merah, yang digunakan mengurug lokasi pembangunan PLTGU Jawa-1 Power di Kecamatan Cilamaya, disebut melebihi batas tonase jalan. (Uya)

Tags:

Berita Terkait

Related News