Yakin Pileg Mendatang, Intip 5 Faktor Yang Mempengaruhi Optimisme Partai Hanura Karawang

KARAWANG-Menjelang momentum demokrasi terbesar di Indonesia yaitu Pemilihan legislatif tahun 2019 mendatang, berbagai partai politik terus berupaya mencari formula terbaik untuk dapat meraih kursi sebanyak-banyaknya di gedung Dewan Perwakilan Rakyat. Tidak hanya di tingkat pusat, begitupun daerah. Salah satunya adalah yang dilakukan oleh Partai hanura Kabupaten Karawang. 

Berikut kami merangkum hasil wawancara dengan Ketua DPC Partai Hanura Karawang, Ardiansyah Muqaddas, tentang Formula yang disiapkan partainya sehingga menimbulkan optimisme dapat mencapai target pada Pileg 2019 mendatang :

1. Banyaknya Putra dan Putri Tokoh Daerah Yang Mencalonkan Diri Lewat Partai Hanura. 

Ardiansyah Muqaddas, sebagai figur anak muda yang dipercayai memimpin partai politik berusaha untuk meramu cara agar partainya dapat memiliki minimalnya 5 kursi pada periode legislatif 2019-2024. Salah satunya, dengan mencari bibit unggul untuk didorong maju dalam Pileg mendatang.

2. Memaksimalkan Produktifitas Mesin Partai Hingga Tingkat TPS.

Cara efektif pun dilakukan oleh Partai Hanura dengan memastikan seluruh mesin partai bergerak dibawah komando Ardiansyah agar target Pileg dapat tercapai.

3. Memaksimalkan Jaringan Relawan Untuk Mendukung Ketua DPC Maju Di Tingkat Jawa Barat
.
Upaya Partai Hanura di bawah Komando Ardiansyah, juga memutuskan untuk mendorong Ardiansyah maju ke jenjang yang lebih tinggi yaitu di DPRD Provinsi jawa Barat. Setelah sebelumnya, Ardiansyah menduduki kursi DPRD Karawang. Dan upaya ini dinilai mampu mendongkrak popularitas partainya secara umum di Kabupaten Karawang.

4. Upaya Pendekatan Pembangunan Secara Global Oleh Anggota Dewan.

Ardiansyah selaku ketua Partai Hanura Karawang sekaligus Anggota DPRD Karawang, memiliki cara efektif untuk memperhatikan masyarakat, meskipun dirinya tercatat sebagai anggota Dewan dari Dapil 5 Kabupaten Karawang. Namun, dirinya menyalurkan anggaran aspirasinya ke 30 Kecamatan yang ada di karawang. Hal ini berangkat dari rasa ironisnya melihat banyak wilayah di luar Dapilnya yang jarang disentuh. Ardi pun meyakini hal ini dapat menjadi catatan bagi masyarakat, partai mana yang layak menjadi pilihan.

5. Tidak Membebankan Tanggung Jawab Partai Kepada Caleg.

Partai Hanura memutuskan untuk tidak meminta biaya apapun kepada para Calegnya, termasuk biaya sosialisasi. Dengan demikian, partai bertanggung jawab penuh terhadap para Calegnya dan para Caleg pun dapat bekerja maksimal tanpa beban untuk bersosialisasi dengan masyarakat. (MA).

Tags:

Berita Terkait

Related News