Emil Berencana Buka Cafe Kopi Di Eropa Dan Amerika

BANDUNG – Masih dalam rangkaian Acara Ngora 6, Gubernur Emil didampingi Wagub Uu Ruzhanul Ulum, mengajak ngobrol para petani kopi Jabar dan praktisi kopi, bertema "Ngawangkong Bersama Gubernur", di Area Timur Gedung Sate, pada Jumat (12/10-2018). 

Obrolan serius yang dikemas santai tersebut, membahas mengenai sejarah Kopi, perkembangan dan strategi menjadikan kopi Jabar juara di dunia. Sesekali berlangsung tanya jawab, yang diselingi guyonan dan gelak tawa pengunjung. 
 
Emil menuturkan bahwa, dalam masa kepemimpinannya Ia memiliki target menjadikan kopi Jabar mendunia. Menurutnya, kopi adalah komoditi yang paling dicari, karena itu kualitas kopi menjadi ukuran.

"Saya bersama Pak Uu berkomitmen akan membawa kopi Jabar mendunia, itu targetnya. Sekarang komoditi kopi yang paling dicari karena makin kompetitif maka kualitas menjadi ukuran," ucapnya.

Untuk mencapainya, kata Emil, bukan hanya akan mengekspor Kopi Jabar saja, namun Ia berencana akan membuka cafe kopi di Eropa dan Amerika yang semua kopinya asli Jabar.

"Saya ingin punya cafe di luar negeri dan kopinya semua kopi Jabar, saya akan cari pengusahanya," katanya.
Selain itu pihaknya juga berencana membentuk forum kopi Jabar yang beranggotakan pemerintah, pengusaha dan petani kopi.

"Nanti akan dibentuk forum kopi Jabar sehingga mereka yang punya teknologi canggih, punya ilmu dagang yang hebat kita kombinasikan sampai ke level petani," ujarnya.

Selain kopi Jabar mendunia, Emil juga akan menjadikan Jabar sebagai provinsi kopi di Indonesia. Ia mengatakan, Jabar sangat kaya akan kopi. Setiap gunung di Jabar terdapat kopi yang memiliki rasa khas.

Jabar kini juga telah memulai dihadirkannya sekolah kopi satu-satunya di Indonesia, tepatnya di Tanjung Sari Sumedang yaitu SMK PPN (Pertanian, Pembangunan Negeri). Lulusan di sekolah kopi ini akan mendapatkan sertifikat yang bisa dipakai di seluruh dunia. Mereka tidak hanya dilatih jadi barista tetapi jadi petani kopi juga.

"Itulah dukungan-dukungan kita menjadikan Provinsi kopi dan Insya Allah 3 tahun juga kekejar saya akan turun langsung," ujarnya.

"Kopi ini kita lindungi juga dengan Peraturan Daerah. Jadi pointnya pendidikan kita intervensi, peraturan kita intervensi, promosi, tinggal satu visi lagi membuat kafe di luar negeri kalau itu sudah ada lengkaplah dari hilir gunung-gunungnya sampai diminum orang luar negeri," tambah Emil.

Pada kesempatan yang sama diserahkan pula secara simbolis Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) oleh Deputi Kepala Perwakilan BI Jabar, Sukarelawati Permana, yang meliputi: Kajian Mapping Kebutuhan Pasar, Basis Produksi, dan baseline survei, Pendampingan Pengembangan Klaster Agribisnis, Workshop Quality Grader Coffee dan Produksi Hulu-Hilir, Bantuan Sarana Prasarana Produktivitas Kopi. Total bantuan PSBI senilai Rp1.6M. (dahen) 
 

Berita Terkait

Related News