Prihatin, Indonesia Terburuk Dalam Birokrasi Investasi

BANDUNG – Sangat menyedihkan dan prihatin, hasil penelitian The Political and Economic Risk Consultacy Ltd, Tahun 2014, ternyata negara kita masih mendapat perigkat terburuk dalam hal birokrasi berinvestasi. Indeks penyuapan sejak Tahun 2011 lalu, posisi Indonesia berada di peringkat 26 (7,1), kalah dibanding Singapura pada ranking 8 atau Malaysia (7,6).

Demikian terungkap pada acara Raker Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), dalam mendukung Gerakan Nasional Revolusi Mental Kota Bandung, Di Cipaku Hotel, Bandung, Selasa (16/10-2018).

“NKRI masih mengalami krisis multidimensional. Khususnya krisis mentalitas, seperti korupsi yang masih merajalela, menerpa oknum-oknum elit berbagai level," tegas Prof. Dr. Cecep Darmawan, SPd., SIP.,M.Si., MH., yang menjadi narasumber pada acara tersebut.

Lebih jauh Cecep menjelaskan, menyitir Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, yang sudah menetapkan perlunya Revolusi Mental. Antara lain menyebutkan, bangsa ini sudah terlalu lama membiarkan praktik dalam berbangsa dan bernegara dilakukan dengan cara tidak jujur, tidak memegang etika dan moral, todak bertanggung jawab, tidak dapat diandalkan dan tidak bisa dipercaya.

“Dengan kata lain, sebagai bangsa kita kehilangan nilai-nilai Intergritas," ujarnya.

Bahkan, menurutnya, dalam bidang perekonomian kita tertinggal dari negara lain, karena kita kehilangan etos kerja. Bahkan lebih parah lagi, menurut Cecep, kita juga sebagai bangsa tengah mengalami krisis identitas.

Itulah semua, menurut Prof Cecep, Indonesia memerlukan Revolusi Mental? Bahkan kondisi darurat ini, belakangan telah digaungkan dengan mencanangkan sebagai gerakan nasional. Bahkan kini, semakin digalakan dengan mendirikan sebuah lembaga bernama Forum Pembauran Kebangsaan.

Di seluruh Indonesia akan ditetapkan organisasinya, mulai dari pusat hingga pelosok kota/ kabupaten hingga kelurahan.

Berdasarkan catatan sejarah, gerakan Revolusi Mental sebenarnya telah digaungkan oleh Bapak Pendiri Bangsa, Ir. Soekarno, pada pidato 17 Agustus 1957 silam. Melalui orasi pidatonya, Bung Karno, menegaskan perlunya untuk menggembleng manusia Indonesia. 

Hadir dalam acara yang digagas Kesbangpol Kota Bandung ini, para camat, lurah se-Kota Bandung, para Ketua Forum RW Kecamatan dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat. Acara diakhiri dengan penandatangan bersama pada sepanduk Deklarasi Revolusi Mental. (dahen)
 

Berita Terkait

Related News