Miris ! Lalai Dari Pengawasan, 2 Balita Ditemukan Tewas Tenggelam

CIREBON-Diduga lepas dari pengawasan kedua orang tua, dua anak balita warga Perum Graha Kartika Pamijahan ditemukan tewas usai tenggelam disungai Soka Pamijahan, Kabupaten Cirebon.

Berdasarkan data yang dihimpun Portaljabar.net, kedua anak balita yang ditemukan tewas karena tenggelam itu bernama Daffa Azka Pratama (5) dan Ibnu (5) yang merupakan warga Perum Graha Kartika Pamijahan, Kabupaten Cirebon. 

Sebelum ditemukan tewas, orang tua serta warga sekitar mencari keberadaanya yang diketahui hilang sejak sore hari. Namun saat warga mencari keduanya, warga hanya menemukan pakaian korban di pinggir sungai, dan wargapun menyimpulkan bahwa kedua anak itu tenggelam saat bermain disungai itu. 

Kapolres Cirebon Kabupaten, AKBP Suhermanto, melalui Kapolsek Depok, AKP Sakur, membenarkan adanya dua anak dibawah umur ditemukan meninggal dunia disungai. Yang diduga karena tenggelam hingga akhirnya meninggal dunia, 

"Setelah di telusuri, kedua korban ternyata tenggelam di sungai itu," katanya saat dimintai keterangan, Rabu (17/10/2018).

Masih dikatakan AKP Sakur, sebelum ditemukan tewas, kedua anak kecil itu dicari oleh orang tua serta warga sekitar, karena sejak sore hari keduanya tidak ada dirumah. Ditengah pencariannya, warga menemukan pakaian dan sandal milik kedua anak itu, melihat hal itu warga langsung turun kesungai dan melihat keduanya berada didasar air dengan kondisi lemas.

"Kedua korban langsung diangkat dari dasar air sungai, dan diberikan pertolongan pertama. Setelah diberikan pertolongan pertama, keduanya langsung dilarikan ke RS Mitra Plumbon dan RS Sumber Hurip. Namun keduanya dinyatakan meninggal dunia," tuturnya. 

Mengingat kejadian itu, pihaknya menghimbau kepada seluruh orang tua untuk benar-benar memperhatikan anak-anaknya terlebih masih dibawah umur. Jangan sampai lepas dari pengawasan mata kedua orang tua.

"Kami himbau untuk orang tua yang memiliki anak dibawah umur, agar memperhatikan anak-anaknya jangan sampai lengah. Jangan sampai kejadian yang serupa terulang kembali," tutupnya. (abr).

Berita Terkait

Related News