Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual, Pria Autis Digebukin Kades Duren Sampai Berdarah

KARAWANG-Seorang warga Desa Cibalongsari, Kecamatan Klari, bernama Gery yang diketahui menderita autis mengaku dipukul oleh Kades Duren, Kecamatan Klari, Halim, karena dituduh sebagai pelaku pelecehan seksual kepada keponakan Halim. 

“Saya dipukul pak Lurah Halim dirumahnya, Dipukul sama Lurah langsung berdarah di hidung,” ucap Gery kepada Portaljabar.net, beberapa waktu lalu di kediamannya.

Karena merasa tidak senang dengan ulah oknum Kades bernama Halim tersebut, keluarga Gery yang diwakili saudara Kiki selaku paman korban mendatangi kediaman Halim untuk meminta kejelasan perkara ini sebelum melaporkan hal ini ke Polres Karawang. 

“Saya ke rumah Lurah Halim untuk menayakan kejelasan masalah ini, tapi Halim malah menantang keluarga kami kalau mau bikin laporan polisi silahkan, tapi Halim mengancam akan melaporkan balik terkait pelecehan seksual dan pemalakan yang katanya dilakukan si Gery,” ucap Kiki.

Karena geram dengan tantangan dari Halim, akhirnya Kiki, Gery, ibu kandung Gary, Vivi Afke didampingi advokat Hamid Samiarja, SH, MH, mendatangi Polres Karawang dan melaporkan masalah ini. Akhirnya Polres Karawang membuatkan Laporan Polisi dengan nomor : STTL/2221/X/2018/Jabar/RES/KRW.

Berikut terlihat foto Kades Duren, Halim, sebelah kiri :

Kiki mengaku, siap jika memang Halim akan melaporkan Gery karena kasus pelecehan seksual. Kiki berani berargumen nantinya karena sudah memegang bukti rekaman pengakuan korban pelecehan seksual yang tidak mengenali Gery sebagai pelaku pelecehan seksual. 

“Kita sudah simpan video pengakuan korban pelecehan seksual yang mengaku tidak mengenali Gery sebagai pelaku pelecehan terhadapnya,” ujarnya.

Selanjutnya, Kiki mengaku sudah memberitahukan hal ini kepada lingkungan ditakutkan akan terjadi hal yang tidak diinginkan mengingat latar belakang Halim yang dibekingi banyak preman. 

“Ebeh Halim kan orang yang ditakuti dan banyak premannya, makanya kita sudah bilang ke lingkungan untuk jaga-jaga,” ujarnya.

Selain itu menurut Kiki, Gery sempat dipukuli di Perumahan Puri oleh rombongan preman bertato sekitar 5 orang. Selain itu Gery juga dipukuli di kantor Desa Duren oleh orang yang berbaju loreng. 

“Di depan kantor desa (Duren) saya dipukuli oleh orang yang berbaju loreng,” ujar Gery.

Sementara itu menurut Kiki langkah pembelaan yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Cibalongsari terhadap kejadian ini belum dirasakan kehadirannya.

Ditempat waktu yang berlainan, Kepala Desa Duren, Halim, mengelak dengan semua pengakuan Gery yang sempat dipukul olehnya. 

“Jangankan mukul (Gery), ketemu saja tidak. Saat itu saya sedang sosialisasi di Perum Puri Kosambi 1 dan Ebeh baru tahu ada kasus tersebut sekira jam 11 malam,” ucap Halim yang akrab disapa Ebeh.

Bahkan Halim menilai hal tersebut sebagai berita palsu (hoax) dan sengaja dihembuskan untuk menjatuhkan dirinya yang kebetulan sedang bertarung dalam Pilkades Duren.

“Itu hoax dan ujaran kebencian terhadap Ebeh dan pembunuhun karakter,” pungkasnya. (uya).

Berita Terkait

Related News