Jaring Mahasiswa Baru, KEMKA Jakarta NGAKAR Di Bogor

BOGOR-Menjaring mahasiswa baru asal Majalengaka, Keluarga Mahasiswa Majalengka (KEMKA) Jakarta, belum lama ini kumpul bareng bertajuk Ngariung Akrab Kulawargi Lembur (NGAKAR) di Villa Diga Park, Bogor.

Ketua Umum KEMKA Jakarta, Mochamad Fauzan, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Portaljabar.net, mengatakan, kegiatan NGAKAR ini sebagai komitmen dalam menjaring mahasiswa baru asal Majalengka yang mengambil studi di Ibukota dan sekitarnya, agar terus mengoptimalkan kontribusinya untuk Majalengka.

“Kami disini mengoptimalkan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), dengan memberikan pelatihan hard skill dan soft skill untuk menjawab tantangan perubahan yang cepat di Indonesia, maupun global," kata Fauzan, Senin (22/10/2018).

Sementara Ketua Pelaksana NGAKAR, Fida Faroha Huriyatussaniya, menerangkan, saat ini jumlah mahasiswa asal Majalengka yang terdaftar dari berbagai kampus di Jakarta dan sekitarnya ada lebih dari 45 orang.

"Mereka merupakan mahasiswa dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UNPAM (Universitas Pamulang), UNINDRA (Universitas Indraprasta), Universitas Veteran Jakarta, dan STAN Jakarta (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara Jakarta)," terang Fida.

Lebih lanjut, Fida menyebut dalam kegiatan yang berlangsung pada 10 sampai dengan 21 Oktober 2018 itu, diisi dengan penyampaian meteri-materi penguatan organisasi, dan materi soft skill, dengan menghadirkan pemateri dari berbagai lembaga NGO (Non Goverment) dan professional untuk menunjang kemampuan peserta di masa depan. 

"Seperti, Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK), Walhi Jakarta dan Staff Ahli DPR RI," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Himmaka Indonesia, Arif Hidayat yang berkesempatan membuka acara menyampaikan, mahasiswa memiliki peran penting sebagai balanching atau penyeimbang atas kebijakan pemerintahan yang berkuasa agar dapat berpihak kepada masyarakat.

“Mahasiswa merupakan simbol keberpihakan kepada masyarakat, dan mempunyai peran penyeimbang bagi pemerintah yang sedang berkuasa. Dimana gagasan, dan kreatifitas yang dimiliknya mampu adaktif, dan dinamis dengan berbagai problematika sosial," ungkap Arif.

Menurutnya, gerakan mahasiwa masih dominan dan memegang peranan penting di masyarakat. 

"Hal ini dikarenakan nilai-nilai yang identik dengan gerakan moral yang bertumpu pada empati dan simpati terhadap lingkungan masyarakat dan bangsanya," tutupnya. (her).

Berita Terkait

Related News