Pascatewasnya Dita Amelia, Ratusan Pelajar SMK BPM Gelar Doa Bersama Di TKP

BOGOR-Dua hari pascatewasnya gadis cantik bernama Dita Amelia (21), akibat terlindas truk tambang, ratusan pelajar Sekolah Menengah Kejuruan Bina Putra Mandiri (SMK BPM) Parungpanjang, menggelar doa bersama di Jalan Raya Mohamad Toha, Desa Parungpanjang, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, Senin (22/10/2018).

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat Gaib, salat Hajat, dan dilanjutkan dengan pembacaan doa. Mereka yang didampingi para guru, pimpinan sekolah dan masyarakat sekitar, nampak larut dan khusyuk dalam mengikuti kegiatan doa bersama tersebut. 

"Doa bersama para pelajar dan masyarakat ini bentuk keprihatinan atas banyaknya korban meninggal dunia karena kecelakaan lalulintas akibat lalu lalang truk angkutan tambang," tutur Wawan seorang guru di SMK BPM kepada para pewarta.

Wawan mengungkapkan, gadis muda belia Dita Amelia yang menjadi korban lakalantas lantas dua hari lalu, adalah alumni SMK BPM angkatan ke-7 lulusan tahun 2016 lalu.

"Sebetulnya, membacakan doa bersama bisa di tempat yang lebih tepat. Namun, kami sengaja melakukannya di jalan, guna meminta perhatian dari para pemangku kebijakan atau pejabat berwenang untuk segera memberikan langkah terbaik bagi keselamatan warga Parungpanjang," paparnya.

Turut hadir dalam kegiatan doa bersama Danramil Parungpanjang, Kapten Inf. Agus Purnama, serta anggota DPRD Kabupaten Bogor, Egi Gunadi Wibawa. Danramil mengatakan, kegiatan tersebut merupakan suatu hal yang wajar dan logis, sebagai bentuk kepedulian dari nilai-nilai kemanusiaan. 

"Semoga saja, kejadian kecelakaan lalu lintas kemarin menjadi yang terakhir kalinya, tentu kita berdoa dan meminta pertolongan hanya kepada Allah SWT. Apalagi, korban yang meninggal dunia adalah salah satu alumni sekolah tersebut. Sudah pasti teman-temannya sangat merasa kehilangan atas kepergian korban," pungkasnya. (her).

Berita Terkait

Related News