DPRD : Membangun SDN Kutanagara II Yang Roboh Bisa Pakai Duit APBD

KARAWANG- SDN Kutanagara II, Kecamatan Ciampel yang Jumat pagi (02/11/2018) roboh akibat hujan deras menurut Wakil Ketua Komisi IV DPRD Karawang, Endang Sodikin bisa dibangun kembali menggunakan APBD asalkan mendapat izin dari pemilik lahan yaitu Perhutani.

"Sebenarnya bisa (pakai APBD), cuma masalah komunikasi saja sebenarnya antara Pemda dan Perhutani," ujar Endang kepada Portaljabar.net, Jumat, (02/11/2018).

Menurut Endang resikonya membangun sekolah di lahan Perhutani yaitu Pemda tidak bisa menuntut ganti rugi ketika Pemerintah Pusat mempunyai proyek nasional di lahan tersebut. Selain itu bangunan yang bersumber dari APBD akan di hapuskan sebagai aset daerah. 

"Saya yakin dalam hal ini Perhutani mengizinkan karena ini tentang pendidikan anak bangsa, cuma resikonya tidak ada ganti rugi dan status sebagai aset daerah bisa hilang jika ada proyek nasional di tempat tersebut," ujarnya.

Endang mengaku sebelumnya sudah membicarakan di rapat Komisi IV DPRD Karawang bersama Disdikpora yang diwakili oleh Sekdin Nandang Mulyana  dan  Kabid SD Sopandi dan staffnya mengenai SD yang ambruk hari ini. Ternyata dalam rapat tersebut terdapat informasi tambahan yaitu bukan hanya kebutuhan bangunan tapi staf pengajar pun hanya seorang pengajar dengan puluhan siswa peserta didik.

"Cuma satu guru ngajar puluhan peserta didik di SDN Kutanagara II. Konon guru tersebut adalah istri seorang ketua RT yang gigih memberikan ilmunya di wilayah situ," tandasnya. (Uya)

Berita Terkait

Related News