H+7 Evakuasi Korban Lion Air : 136 Kantung Jenazah, 14 Teridentifikasi

KARAWANG - Data yang dirilis posko taktis musibah jatuhnya Lion Air PK - LQP JT610, JICT II, sebanyak 136 kantong jenazah ditemukan sejak 7 hari operasi evakuasi digelar.

Selain itu, petugas pun berhasil menemukan sejumlah puing pesawat Lion Air JT 610 berukuran besar. 

Berikut rincian temuan tim SAR posko taktis JICT II yang bertempat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

29 Oktober 2018

Sebanyak 24 kantong jenazah ditemukan dan diserahkan langsung ke tim DVI Mabes Polri. 

30 Oktober 2018

Petugas kembali menemukan dan menyerahkan sebanyak 24 kantong jenazah. 

31 Oktober 2018

Sebanyak 8 Kantong jenazah ditemukan dan  dievakuasi tim SAR.

1 November 2018

Tim SAR mengevakuasi sebanyak 9 kantong jenazah

2 November 2018

Tim SAR mengevakuasi sebanyak 8 kantong jenazah

3 November 2018

Tim SAR mengevakuasi sebanyak 31 kantong jenazah

4 November 2018

Tim SAR mengevakuasi sebanyak 32 kantong jenazah

Total sepekan upaya evakuasi, tim SAR berhasil mengangkat sebanyak 136 kantong jenazah korban tragedi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 yang terhempas di perairan Tanjungpakis, Karawang. 

Di samping itu, petugas juga berhasil mengangkat puing pesawat berupa black box /FDR (Flight Data Recorder ) pesawat, pada 1 November 2018 pukul 10.05 WIB , di posisi 400 meter arah barat laut dari titk lokasi kejadian. 

Kemudin pada tanggal 2 November 2018, pukul 14.02 WIB, petugas menemukan roda pendarat pesawat. 

Petugas juga menemukan bangkai turbin pesawat pada 3 November 2018. Seluruh temuan puing pesawat seluruhnya diserahkan ke pihak KNKT. 

Informasi terakhir, tim Disaster Victim Identification (DVI) berhasil mengidentifikasi sebanyak 14 korban.

Tim DVI RS Polri Soekanto mengidentifikasi lagi sebanyak 7 jenazah penumpang Lion Air PK- LQP yang jatuh di perairan Karawang. Hingga saat ini total jenazah yang telah teridentifikasi menjadi 14 orang.

1. Rohmanir Pandi Sagala, laki-laki, usia 23 tahun, beralamat Tangerang, Banten. Teridentifikasi melalui sidik jari dan medis. 

2. Dodi Junaidi, laki-laki, usia 40 tahun, beralamat Tangerang Selatan, Banten. Teridentifikasi melalui DNA. 

3. Muhamad Nasir, laki-laki, usia 29 tahun, beralamat Cianjur, Jawa Barat. Teridentifikasi melalui DNA. 

4. Janry Efriyanto Santuri, laki-laki, usia 26 tahun, beralamat di JAMBI. Teridentifikasi melalui DNA dan medis. 

5. Karmin, laki-laki, usia 68 tahun, beralamat di Kepulauan Bangka Belitung. Teridentifikasi melalui DNA. 

6. Harwinoko, laki-laki, usia 54 tahun, beralamat kelurahan Bogor Utara, Kota Bogor. Teridentifikasi melalui DNA. 

7. Verian Utama, laki-laki, usia 31 tahun, beralamat di Petamburan, Jakarta Barat. Teridentifikasi melalui DNA. 

Sebelumnya teridentifikasi 7 jenazah atas nama, Chandra Kirana (laki-laki 29 tahun), Monni (perempuan 41 tahun) dan pria bernama Hizkia Jorry Saroinsong (21), Jannatun Cintya Dewi, Endang Sri Bagusnita (20), Fauzan Azima (25), Wahyu Susilo (31). Endang dan Fauzan teridentifikasi melalui sidik jadi dan ciri medis.

Tiga korban yang teridentifikasi rencananya akan dimakamkan pihak keluarga korban hari ini. (tar)

Berita Terkait

Related News