Pemerintah Pusat Gelontorkan 12 Ribu Ton Jagung Lokal Ke Peternak

BOGOR - Pemerintah pusat menggelontorkan subsidi sebanyak 12.000 ton lebih jagung lokal untuk pakan ke peternak, dengan harga wajar atau sesuai harga yang ditentukan pemerintah yakni Rp 4 ribu per kilogram.

Pendistribusian itu dilakukan serentak di tiga wilayah yakni Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah selama sepekan kedepan. Untuk Jawa Barat meliputi Bogor, Sukabumi, dan Cianjur, jumlah subsidi sebanyak 75 ton.

Subsidi diterima langsung Ketua Pembina PINSAR (Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat) Indonesia, Hartono dan Ketua Koperasi Pertanian Karya Agri Satwa yang juga Wakil Sekjen PPUN (Perhimpunan Peternak Unggas Nusantara) Alvino, di halaman Gedung Harmoni, Yasmin Center, Kota Bogor, Sabtu (10/11/2018)

"Ini adalah salah satu atau bagian dari upaya pemerintah untuk membantu," kata Direktur Kesehatan Hewan pada Kementrian Pertanian, Fadjar Sumping Tjatur Rasa kepada awak media.

Ia menambahkan, tujuan pemberian subsidi tersebut untuk lebih meningkatkan kualitas pakan ternak yang selama ini berbahan baku gandum.

"Sementara untuk ayam broiler itu, pakan yang baik adalah dari jagung. Sehingga diharapkan peternak bisa merasa lebih aman," imbuhnya.

Dia menjelaskan, komitmen pemerintah untuk membantu peternak dengan bentuk dan cara bermacam-macam. Sementara saat ini, kondisinya darurat dan mendesak sehingga dibutuhkan pakan berbahan dasar jagung.

"Tentunya ada upaya-upaya lain yang dilakukan untuk terus membantu peternak. Sementara dalam keadaan emergency, yang diminta ini (jagung). Jadi kita penuhi jagung," pungkas Fadjar.

Sementara Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner pada Kementan, Syamsul Ma’arif menyebut bantuan tersebut lantaran harga di pasar sangat memberatkan peternak. Saat ini harga jagung di pasaran Rp 4500 hingga Rp 6 ribu.

"Dengan dikasih harga Rp 4 ribu, biaya yang dikeluarkan peternak bisa dikurangi Rp 500," katanya.

Syamsul menyebut, ada kemungkinan jumlahnya akan ditambah. Dia juga menegaskan bahwa jagung yang hari itu disalurkan merupakan jagung lokal yang didapat dari beberapa daerah seperti dari Gorontalo, NTB dan Jawa. 

"Ini kami akan kawal sampai tiba di tempat pengolahan. Termasuk yang ini kami akan kawal sampai ke pabrik pengolahan pakan di Balaraja," pungkasnya. (Her)

 

Tags:

Berita Terkait

Related News