Dapat Ancaman Pembunuhan Dari Sang Kuwu Desa, Warga Sibubut Laporkan Ke Polisi

CIREBON-Resah mendapat ancaman mau dibunuh, Murtadi (62) warga Blok Rengas Gede Desa Sibubut, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, laporkan Kuwu Desa setempat ke Polres Cirebon, Jumat (22/2/2019).

Tindakan ancaman tersebut, dilakukan menyusul adanya ancaman pembunuhan yang dilancarkan Kuwu pada Jumat (15/2/2019) lalu. Ia diancam ditabrak dari belakang dan dibunuh serta disantet. 

"Saya melaporkan ancaman kekerasan dari Kuwu Sibubut. Saya diancam dibunuh, ditabrak dari belakang dan disantet," katanya, usai melaporkan kasus tersebut ke Polres Cirebon. 

Dijelaskan Murtadi, ancaman tersebut merupakan buntut pelaporannya ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumber, beberapa waktu lalu atas dugaan penyelewengan RAPBDes tahun 2018 yang dilakukan Kuwu Desa tersebut.  

Selain dirinya, Kuwu juga mengancam temannya yang bernama Anwarudin dengan ancaman yang sama. 

"Saya ingin jangan ada masalah, apalagi ada unsur ancaman yang dilontarkan seorang Kepala Desa. Makanya, saya melapor ke Polres agar hidup saya aman," ucap Murtadi.

Dengan melaporkan Kuwu Desa Sibubut itu, dirinya ingin agar Kuwu merealisasikan sejumlah proyek pembangunan tahun 2018 di desa tersebut. Karena, total pembangunan di desa itu sebanyak tujuh item tidak digelar oleh Kuwu.

Setelah dilaporkan, baru setelah ribut-ribut begini dia mulai melaksanakan pembangunannya yang selama ini terbengkalai," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, bahwa Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Forum Bela Negara (FBN) Kabupaten Cirebon, Ibnu Saechu, SH, melaporkan dugaan tindak pidana korupsi penggunaan dana APBDes Desa Sibubut, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, tahun 2018 yang diduga dilakukan Kuwu setempat ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumber, Cirebon, Kamis (14/2/2019) lalu. (abr).

Tags:

Berita Terkait

Related News