Sedih! Orang Tua Pelajar Idap Kista Dan Gizi Buruk Sebut Kades Sarijaya Abai Penderitaan Warganya

KARAWANG-Suhani, ibu korban pelajar kelas VI SD pengidap penyakit kista dan gizi buruk Rahmah Aliah, mencurahkan perasaan hatinya kepada Portaljabar.net perihal tidak adanya perhatian kepala desa (kades) beserta aparat Desa Sarijaya terhadap penderitaan warganya yang berdomisili di Dusun Gabel RT 22 RW 008, Desa Sarijaya, Kecamatan Majalaya.

"Dari awal mulai pengobantan anak saya, pihak dari desa sama sekali tidak ada yang peduli, pihak desa di sini harus ada uang dulu baru bisa bantu, kalau tidak ada uang alasannya banyak banget," cetus Suhani, Senin (18/3/2019).

Suhani menjelaskan, seharusnya Rahmah Aliah mendapat perawatan kembali ke RSHS atau sekedar kontrol, namun karena keterbatasan biaya, ia terpaksa mengurungkan niatnya tersebut dan lebih memilih melakukan pengobatan di rumah.

"Harusnya sih di kontrol, tapi kami tidak ada biaya sama sekali, sudah seret (tipis keuangan-red) banget," katanya.

Berbeda dengan yang dikatakan Kepala Desa Sarijaya, Enin Sutisna. Dirinya menampik tuduhan bahwa pihak desa tidak peduli terhadap penderitaan keluarga Rahmah Aliyah. Namun pihaknya mengakui hingga saat ini belum pernah melihat kondisi Rahmah Aliah. 

"Pihak keluarga pernah datang ke saya untuk mengurus SKTM dan saya rekomendasi. Cuma mungkin pihak keluarga tidak sabar menunggu stempel yang ada di bendahara akhirnya keluaraga Aliah pulang dan tidak kembali lagi, sehingga keluarga mengurus sendiri," dalihnya saat dihubungi via telepon selularnya.

Masih kata Kades, padahal pihaknya sudah menyiapkan dua mobil untuk membawa Rahma Aliah, hanya saja terjadi miskomunikasi antara keluarga Rahmah dengan RT setempat, sehingga RT setempat tidak ada informasi lagi.

"Padahal PSM yang ada di desa kami sangat proaktif dan selama ini belum ada informasi bahwa ada warga kami yang sakit parah ke saya, itu pun baru kemarin ada informasi dari teman media," pungkasnya. (wins).

Tags:

Berita Terkait

Related News