Terungkap, Ramyadjie Punya Mesin ATM Di Kamar

Fakta Pembobolan Mesin ATM yang lalu menjadi kewaspadaan kepada seluruh nasabah, Pihak kepolisian beberapa hari lalu menangkap Ramyadjie, dirinya ditangkap karena kasus skimming atau pembobolan ATM. Polisi menyita barang bukti satu unit mesin ATM di rumahnya.

Begini cara kerja dan kepemilikan atm, Berikut kilas berita selengkapnya:

Ternyata untuk memiliki mesin ATM bukan hal yang sulit. Pasalnya, mesin ATM juga dijual lewat toko online, Misalnya di Alibaba.com, e-commerce terbesar asal China ini menjual mesin ATM bermerk Newswan. Mesin ini dibanderol dengan harga US$ 500 atau setara dengan Rp 7 juta (kurs Rp 14.000) sampai US$ 2000 setara dengan Rp 28 juta.

Untuk spesifikasinya, mesin ATM dibuat di Shanghai dengan sistem operasi Windows XP. Mesin ATM ini juga bisa menjalankan CCTV Contacless IC Card. CPU yang disematkan dalam mesin Intel dual-core 2.0G.

Selain mesin ATM baru, juga dijual mesin ATM refurbish atau mesin yang tidak memenuhi standar kualitas, kemudian dikembalikan ke pabrik dan diperbaiki sehingga dijual dengan harga yang lebih murah. Mesin ATM NCR 5887 ini dibanderol dengan harga US$ 1.000 atau setara dengan Rp 14 juta.

Kemudian di beberapa toko online lokal seperti Bukalapak juga ada akun yang menjual mesin ATM Custom seharga Rp 21 juta. Namun stok mesin tersebut tak tersedia.

Mesin ATM tersebut memiliki berat 100 kilogram. Mesin bisa digunakan dimodifikasi dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Analyst Digital Forensic Ruby Alamsyah menjelaskan jika di Indonesia bisa memiliki mesin ATM bekas secara pribadi. Akan tetapi mesin ATM tersebut juga tidak boleh dioperasikan.

"Tapi mesin ATM bekas ya dan dilarang dioperasionalkan untuk umum layaknya perbankan," ujar Ruby saat dikonfirmasi oleh wartawan, Selasa (19/3/2019).

Dirinya menjelaskan, Bahwa ATM yang digunakannya hanya sebagai pajangan semata, "Jadi itu sebenarnya hanya bisa digunakan sebagai pajangan saja ataupun untuk keperluan riset. Pribadi atau institusi, selain kegunaan lain, perbankan dilarang mengoperasikan mesin ATM untuk keperluan publik," pungkasnya.

Mesin ATM bekas ada di pasaran dengan alasan pembaharuan dari sistem yang lama ke sistem baru. Kemudian juga ada vendor yang mendapatkannya dari proses lelang perbankan.

Analyst Digital Forensic Ruby Alamsyah menjelaskan jika penjualan unit mesin ATM baru biasanya harus dijual untuk perusahaan.  "(Di e-Commerce) mereka menjual untuk perusahaan alias bukan menjual untuk satuan. Karena untuk masuk ke Indonesia kan butuh izin," ujar Ruby.

Ruby mengungkapkan, untuk pengiriman mesin ATM dari luar negeri dibutuhkan izin pemakaian hingga izin perusahaan keuangan, "Pasti akan diperiksa oleh Bea Cukai saat masuk ke Indonesia," ujarnya.

Lanjut Ruby, namun untuk ATM bekas bisa dibeli oleh orang pribadi untuk kepentingan riset atau sebagai pajangan, Namun dilarang keras untuk mengoperasikan mesin ATM untuk kepentingan publik. Selain itu mesin ATM bekas juga tidak ada sistem operasi dan aplikasi ATM seperti mesin milik bank.

Ruby Alamsyah menjelaskan sebagai pemegang rekening atau kartu ATM harus berhati-hati. Karena skimmer memiliki cara-cara yang canggih untuk membobol ATM, "Biasanya mereka cukup dengan PC/laptop, software decoder hingga encoder kartu khusus. Kartu magnetik kosong dan pembacanya. Lalu dipelajari," ujar Ruby.

Kemudian setelah dipelajari celah keamanan mesin ATM maka skimmer bisa langsung bekerja. Selain skimming, dia mencontohkan ada jenis pembobolan bernama ATM Jackpotting yakni membobol dengan mengeluarkan seluruh uang dalam mesin ATM.

"Bukan membobol rekening nasabah tertetu seperti pada modus ATM skimming. Hal ini persis dilakukan teknik ATM Jackpotting yang ditemukan oleh peneliti bernama Jack Barnaby dan dipresentasikan pada 2010 lalu," tegasnya.

Menurut Ruby, nasabah bank yang aktif menggunakan layanan digital, harus memiliki tingkat kewaspadaan yang tinggi. Hal ini agar terhindar dari 'pencurian' uang di rekening menggunakan skimming. (Alf/Red)

Tags:

Berita Terkait

Related News