Aset PT CSI Dinilai Tidak Mencukupi Untuk Pengembalian Uang Nasabah

CIREBON - Aset PT Cakrabuana Sukses Indonesia (CSI) dinilai masih belum mencukupi untuk pengembalian uang nasabah, pasalnya, Jumlah aset yang dimiliki CSI jauh lebih kecil dari nilai uang investasi para nasabah. Hal itu diungkapkan Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing saat menggelar konferensi persnya di Kantor OJK pusat, Kamis (21/3/2019). 

Tongam menyebutkan pengembalian dana nasabah CSI memerlukan ketelitian sehingga tidak terjadi masalah di kemudian hari. Banyak kendala yang menyebabkan proses pengembalian aset CSI kepada nasabah ini. Diantaranya adalah, tidak lengkapnya data nasabah dan mekanisme pengembalian uang.

“Walaupun putusan Pengadilan Negeri Sumber Cirebon sudah memutuskan sejak akhir 2017 lalu. Namun beberapa kendala masih ada. Nanti yang melakukan eksekusi atau pembagian uang nasabah adalah Kejaksaan Negeri Sumber,” kata Tongam saat di temui di kantor OJK Cirebon.

Data nasabah, kata Tongam sangat minim sekali, sehingga jumlah angka pasti berapa nasabahnya belum jelas. Kesulitan lainnya, yaitu belum ada skema yang pasti, yang akan digunakan dalam proses pengembalian ini. Karena menurutnya, proses pengembalian dana ini, jangan sampai menimbulkan gejolak baru.

Pancatatan database yang dilakukan oleh CSI dari sejumlah investasi yang disetorkan oleh nasabahnya, sangat amburadul. Sehingga ada kemungkinan beberapa setoran dari nasabah, tidak seluruhnya disetorkan ke CSI.

“Contoh misalkan leader disatu wilayah dapat nasabah dengan nilai Rp 1 Milyar, namun uang yang disetorkan ke CSI hanya berapa ratus juta,” kata Tongam.

Hal lainnya yang menyulitkan pembagian dana sita aset ini, adalah menentukan nasabah mana yang akan mendapatkan ganti. Karena dari puluhan ribu orang yang mengklaim menjadi nasabah CSI, tidak diketahui berapa nominal masing-masing setoran nasabah tersebut.

“Selain itu, kita juga tidak tahu, mana nasabah yang sudah pernah mendapatkan keuntungan dan mana yang belum,” ujar Tongam.

Tongam juga mengatakan, bahwa sejumlah nasabah CSI juga, ada yang sudah memiliki aset dengan nilai yang cukup besar. Salah satunya adalah kendaraan.

"Sehingga  jangan sampai nasabah yang sudah mendapatkan keuntungan, kemudian mendapatkan ganti rugi ini". tutup Tongam. (Jhn)

Tags:

Berita Terkait

Related News