Pekerjaan Japak Desa Rangdumulya Diduga Tak Sesuai Aturan

KARAWANG-Pelaksanaan jalan setapak (Japak) yang menggunakan Dana Desa (DD) tahap I tahun 2019 Desa Rangdumulya, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, diduga langgar aturan. Pasalnya, pekerjaan tersebut diborongkan kepada pihak ketiga (pemborong), padahal seharusnya pelaksanaan pekerjaan tersebut diswakelolakan.

Diketahui, volume japak tersebut kurang lebih panjang 600 meter dengan ketinggian 0,12 meter dengan lebar, 1,2 meter. Pihak ketiga alias pemborong diduga ada ‘main mata’ dengan kepala desa, karena seluruh pengerjaannya dikerjaan sama pihak ketiga. 

“Pelaksanaannya tidak melibatkan masyarakat, melainkan dikerjakan oleh pihak ketiga," tutur warga setempat yang namanya tidak mau disebutkan kepada Portaljabar.net, Senin (22/4/2019).

Hal tersebut pun dibenarkan oleh seorang tokoh masyarakat, AS (48). Ia mengatakan, dirinya hanya dilibatkan saat musyawarah di Balai Desa untuk mengusulkan yang akan dibangun di titik mana saja, setelah itu dirinya mengaku tidak tahu-menahu siapa pihak yang melaksanakan pekerjaan tersebut.

“Saya sebagai tokoh masyarakat hanya mengusulkan saat Musdes, lalu berselang pelaksanaan, datanglah seorang pemborong yang memberitahu kalau jalan akan dibangun, dan umumnya setiap pelaksanaan proyek di Desa Rangdumulya selalu dikerjakan orang tersebut," terangnya.

Sementara, terkait pelaksanaannya diborongkan ke pihakketigakan atau tidaknya, pihak kepala Desa Jamalullail, belum dapat dimintain keterangannya karena ketika dihubungi Portaljabar.net, belum ada jawaban sampai berita ini terbit. (wins).

Tags:

Berita Terkait

Related News